• seni
• budaya lokal
• animisme
• dinamisme
• tradisi Islam
• interaksi, dan
• upacara adat . Sejarah tradisi Islam
di Nusantara
Seni budaya Islam
sebagai bagian
dari tradisi Islam
Tradisi dan upacara
adat di Nusantara
yang akan dipelajari
Kalian dapat
menyaksikan gunungan pada puncak acara peringatan Sekaten di Kraton
Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Upacara Sekaten masih berlangsung hingga
saat ini. Apa hubungan Sekaten dengan bab ini? Mari kita simak bersama.
Sejarah tradisi Islam di Nusantara
Kerajaan Mataram Islam : Kesultanan di Indonesia
Kerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586. Kerajaan
Mataram didirikan oleh Sutawijaya dengan gelar Panembahan
Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Gelar ini menunjukkan
keberadaan agama Islam dalam kehidupan Kerajaan Mataram Islam.
Pada masa kekuasaannya, Mataram diliputi sejumlah pemberontakan
dari berbagai wilayah kerajaan. Para bupati yang semula tunduk pada
kekuasaan Pajang, secara serentak menolak Mataram. Akan tetapi,
masalah ini dapat segera diatasi. Pemberontakan-pemberontakan
yang terjadi berhasil dipadamkan. Kerajaan Mataram mencapai masa
kejayaan pada masa kekuasaan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang
bergelar Sultan Agung Senopati Ing Alaga Ngabdurrahman
Khalifatullah. Saat itu kekuasaan Mataram Islam mencapai wilayahyang sangat luas dan seluruhnya berhasil disatukan.
Pada masa Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai
puncak kejayaannya. Artinya, prestasi yang diperoleh Sultan Agung
belum dapat dikalahkan oleh para penerusnya. Beberapa usaha aktif
yang dilakukan oleh Sultan Agung adalah upayanya untuk mengusir
penjajah Belanda yang menggunakan baju VOC di Batavia atau
Jayakarta. Usaha Sultan Agung ini dilakukan pada tahun 1628 dan
1629 Masehi. Meskipun tidak sepenuhnya berhasil, usaha ini
menyebabkan Belanda mengubah taktik penjajahannya di Nusantara.
Kerajaan Demak : Kesultanan Islam di Indonesia
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau
Jawa. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah bersama para wali
pada tahun 1475. Raden Patah dipilih sebagai raja pertama karena
ia memiliki darah penerus Kerajaan Majapahit. Saat itu Kerajaan
Majapahit sedang dirundung pergolakan perebutan kekuasaan.
Raden Patah yang berada di Demak, sebuah kota di pantai utara
Jawa tidak terlalu terkena dampak kemelut di pusat kekuasaan
Majapahit. Melihat rona keruntuhan Majapahit sudah di depan mata,
para wali berinisiatif untuk mendirikan kerajaan baru yang bercorak
Islam dengan pusat pemerintahan di Demak.
Dengan letaknya yang sangat strategis, Demak menjadi negara
yang besar. Terlebih setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit, banyak
kota di wilayah pantai utara yang memberi dukungan. Saat itu ulama
juga memegang peranan yang penting dalam pemerintahan. Terbukti
dengan diangkatnya Sunan Kalijaga dan Ki Wanalapa sebagai penasihat
kerajaan.
Kerajaan Demak mengalami masa keemasan pada masa
pemerintahan Sultan Trenggono. Saat itu selain menjadi kerajaan yang
makmur, Demak juga dikenal memiliki kekuatan militer yang
mengagumkan. Kerajaan Demak berhasil menghambat laju
masuknya penjajah Portugis ke Pulau Jawa. Pada tahun 1527 ketika
armada Portugis datang untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa,
Kerajaan Demak telah berhasil memukul mundur. Atas kemenangannya,
Sunda Kelapa diubah namanya menjadi Jayakarta yang berarti
”kemenangan abadi”.
Kerajaan Samudera Pasai (Kerajaan Islam di Indonesia : Nusantara)
Riwayat Hidup Para Komposer Pada Era Barok, Renaisans, dan Abad Pertengahan
Permusuhan Terhadap Dakwah : Daulah Islam (Taqiyuddin An-Nabhani)
Permusuhan
Terhadap Dakwah

Tatkala Rasul saw diutus dengan membawa Islam, masyarakat
membicarakan dirinya dan dakwahnya, sementara Quraisy
sendiri paling sedikit berkomentar tentang hal tersebut. Hal ini
karena mereka pada mulanya belum menyadarinya, dan menganggap
perkataan Muhammad tidak lebih dari sekadar cerita para pendeta
dan ahli hikmah belaka. Mereka pun meyakini bahwa orangorang
akan kembali kepada agama nenek moyangnya, sehingga
mereka tidak mempedulikan dan tidak pula melarangnya. Sewaktu
Muhammad lewat di majelis mereka, mereka hanya mengatakan,
“Inilah putra ‘Abdul Muthallib yang biasa membicarakan sesuatu dari
langit.” Sikap seperti itu terus berlangsung demikian.
Titik Tolak Dakwah : Daulah Islam (Taqiyuddin An-Nabhani)
Dakwah Islam tampak jelas sejak hari pertama Rasul saw
diutus. Ketika itu, masyarakat Makkah mengetahui bahwa
Muhammad mengajak manusia kepada agama baru. Mereka
mengetahui banyak orang yang telah masuk Islam bersama beliau
dan bahwa Muhammad membentuk para sahabatnya dalam sebuah
kutlah (kelompok) serta menjaga kelangsungan perjalanannya.
Mereka juga mengetahui bahwa kaum Muslim menyembunyikan
kutlahnya dan keyakinannya terhadap agama baru. Hal itu
menunjukkan bahwa masyarakat telah menyadari adanya dakwah
baru dan telah terwujudnya sekelompok orang yang mengimaninya,
meskipun mereka tidak mengetahui di mana tempat orang-orang
tersebut berkumpul dan siapa saja mereka yang beriman itu.
KEBIJAKAN KHILAFAH MENGATASI BANJIR
Sejarah perkembangan kopi di dunia
PEMBENCI KHILAF4H DILARANG NGOPI
Bagi yang doyan piknik, paham sejarah dan literasi maka judul diatas tidaklah berlebihan. Dari perjalanan sejarahlah kita mampu memahami masa lalu dan mampu "membaca" masa depan.
Karena sejarah selalu terulang!!..
Dulu ada seorang raja dungu yang bernama Fir'aun, para penasehat dan para pengikutnya yang penuh kebanggaan dan kesombongan atas pencapaian "prestasi" pembangunan infrastruktur negerinya saat itu.
Hanya karena mimpi akan ada kelahiran seorang anak laki-laki yang akan menumbangkan rezimnya, ia menjadi kalap dengan menerbitkan perpu sebagai legitimasi atau pembenaran dalam mengeksekusi mati seluruh bayi laki-laki dari kalangan Bani Israel.
Sumur Usman" "The Well of Usman
Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: *Sumur Ruma (The Well of Ruma)* karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
*Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: "Kalau ada yang bisa membeli sumur ini,* *balasannya adalah Surga".
Seorang Sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: "Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya".
Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.

Share ke Pinterest .






