Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Teks deskripsi Aska Nisrina

Berikut adalah catatan dari buku Aska Nisrina di SMP kelas 7. Mengenai teks deskripsi.

teks deskripsi adalah teks yang menjelaskan suatu objek secara rinci agar para pembaca seolah-olah bisa melihat atau merasakan nya sendiri.

Teks narasi ada toko yang menceritakan menjelaskan objek saja.

teks deskripsi menggambarkan objek melibatkan panca indra menjelaskan secara rinci menyebutkan bentuk fisik warna sifat lokasi keadaan dan lain-lain

Pada pelajaran ini terdiri dari bab 1 bab 2 hingga bab 8.
Bab 1 mengenai tes teks deskripsi.
Bab 2 tentang cerita fantasi
Ketiga teks prosedur 4 teks laporan hasil observasi bab 5 puisi rakyat bab 6 fabel bab 7 surat pribadi dan surat dinas bab 8 membaca.

Contoh KATA PENGANTAR dari buku sekolah

Yang disalin berikut adalah contoh kata pengantar, dicopy dari buku sekolah. Untuk catatan dan untuk diingat untuk menghadapi ujian sekolah dan untuk tugas sekolah.



Semoga berguna

Puji syukur patut kalian panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat dan karunia-Nya kalian memperoleh kesempatan untuk melanjutkan
belajar dari SD ke SMP/MTs.

Buku ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kalian akan
pengetahuan, pemahaman, dan panduan untuk menganalisis segala hal yang berkaitan
dengan kegiatan sosial masyarakat. Buku ini memuat materi IPS yang meliputi
Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi yang disusun secara sistematis,
komprehensif, dan terpadu. Penyusunan materi dalam buku ini telah disesuaikan
dengan Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 2006. Materi
pembelajaran contoh, dan latihan-latihan disajikan dari fenomena-fenomena sosial
yang ada di sekitar kalian, sehingga kalian dapat mengambil manfaatnya untuk bekal
kehidupan kalian di masa depan. Selain itu, buku ini juga memiliki beberapa kelebihan
antara lain materinya mudah dipahami, disusun dengan bahasa yang menarik,
komunikatif, sederhana, dan lugas.

Untuk memudahkan kalian dalam memahaminya, buku ini disajikan dengan
karakteristik berikut ini.

- Peta Konsep : disajikan dalam bentuk bagan ringkasan yang dapat membentuk
kerangka berpikir kalian dalam memahami seluruh materi.
- Jeli : memberikan informasi pengetahuan tambahan bagi kalian yang
berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.

- Ajang Kreasi : mendorong kalian untuk berlatih memecahkan masalah dan
mengemukakan pendapat.

- Catting : berisi ringkasan materi dan konsep-konsep penting untuk
memudahkan kalian memahami keseluruhan isi bab.

- Renungkanlah : memuat kesimpulan tentang sikap dan perilaku yang perlu kalian
teladani.

Akhirnya, semoga buku ini bermanfaat bagi kalian dalam memperoleh pengetahuan,
pemahaman, dan kemampuan menganalisis segala hal yang berkaitan dengan kegiatan
sosial masyarakat. Penyusun menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna. Oleh
karena itu, penyusun terbuka menerima masukan dari semua pihak demi penyempurnaan
buku ini. Tidak lupa, kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan buku ini,
kami ucapkan terima kasih.
Selamat belajar, semoga sukses.


Mei, 2008

Penyusun

Istilah-istilah dalam bidang Teater / Seni Pemeranan

GLOSARIUM
Adegan : Bagian dari babak yang menggambarkan satu suasana dari beberapa suasana dalam babak
Additive Mixing : Pencampuran warna pada objek yang disinari dari dua atau lebih lampu yang berbeda
Akting : Tingkah laku yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan
Aktor : orang yang melakukan akting
Amphiteater : Panggung pertunjukan jaman Yunani Kuno
Amplifikasi : Penguatan energi listrik setelah melalui rangkaian elektronik
Apron : Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium
Arena : Salah satu bentuk panggung yang tidak dibatasi oleh konvensi empat dinding imajiner
Artikulasi : Hubungan antara apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakanya, dan dipengaruhi oleh penguasaan organ produksi suara
Aside : Dialog menyamping, atau suara hati dan pikiran tokoh
Atmosfir : Isitlah teater untuk menyebutkan suasana atau kondisi lingkungan
Audibility : Segala sesuatu yang berkaitan dengan pendengaran
Auditorium : Ruang tempat duduk penonton dalam panggung proscenium

Backdrop : Layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atauditurun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung
Bahasa tubuh : Bahasa yang ditimbulkan oleh isyarat-isyarat danekspresi tubuh
Bar : Pipa bisa yang digunakan sebagai baris untuk pemasangan lampu
Barndoor : Sirip empat sisi yang diletakkan pada lampu dan digunakan untuk mebatasi lebar sinar cahaya
Batten : (1) Lampu flood yang dirangkai dalam satu kompartemen (wadah). (2) Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk mengaitkan sesuatu dan dapat dipindahpindahkan
Beats : Satu kesatuan arti terkecil dari dialog
Belly to Belly : Dua lensa yang dipasang berhadapan dalam sebuah lampu dan jaraknya bisa diatur
Bifocal : Lampu Bifocal adalah lampu profile standar yang ditambahi dengan shutter tambahan
Blocking : Gerak dan perpindahan pemain dari satu area ke area lain di panggung
Boom : Baris lampu yang dipasang secara vertikal
Border : Pembatas yang terbuat dari kain. Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permainan yang digunakan
Bracket : Pengait untuk memasang lampu pada boom. Disebut pula sebagai boom arm

Catwalk : Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain
Clamp : Klem atau pengait untuk memasang lampu pada bar, disebut juga sebagai C-clamp atau Hook Clamp
Control Balance : Pengaturan tingkat kekerasan suatu sumber suara terhadap sumber suara yang lain
Control Desk : Disebut juga Remote Control, alat untuk mengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya dari jarak jauh
Cyc Light : Lampu flood yang dikhususkan untuk menerangi layar belakang (siklorama)

Denotasi : Arti yang sebenarnya sesuai dengan arti yang terdapat dalam kamus
Dialog : Percakapan para pemain.
Diafragma : Sekat yang memisahkan antara rongga dada dan rongga perut
Diffuse : Jenis refleksi cahaya yang memiliki pantulan merata serta panjang sinarnya sama
Diftong : Kombinasi dua huruf vokal dan diucapkan bersamaan
Diksi : Latihan mengeja kata dengan suara keras dan jelas
Dimmer ; Alat pengatur tinggi rendahnya intensitas cahaya
Distorsi : Hasil rekaman suara melebihi standar batas maksimal yang ditentukan
Donut : Pelat metal yang digunakan untuk meningkatkan ketajaman lingkar sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu spot
Drama : Salah satu jenis lakon serius dan berisi kisah kehidupan manusia yang memiliki konflik yang rumit dan penuh daya emosi tetapi tidak mengagungkan sifat tragedi
Dramatic Irony : Aksi seorang tokoh yang berkata atau bertindak sesuatu, dimana tanpa disadari akan menimpa dirinya sendiri

Ekstensi : Menambah besarnya sudut antara dua bagian badan
Eksposisi : Penggambaran awal dari sebuah lakon, berisi tentang perkenalan karakter, dan masalah yang akan digulirkan
Elastisitas : Tingkat kekenyalan suatu objek sehingga dengan mudah bisa diterapkan atau digunakan
Ellipsoidal : Jenis reflektor yang memiliki bentuk elips
Emosi : Proses fisik dan psikis yang kompleks yang bisa muncul secara tiba-tiba dan spontan atau diluar kesadaran
Ephemeral : Sifat pertunjukan yang bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama
ERS : Elliposoidal Reflector Spotlight. Lampu spot yang menggunakan reflektor berbentuk elips disebut juga lampu profile atau leko
ERS Axial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang secara horisontal
ERS Radial : Lampu ERS yang bohlamnya dipasang miring 45 derajat

Farce : Seni pertunjukan yang menyerupai dagelan tetapi bukan dagelan yang seperti di Indonesia
Filter : Palstik atau mika berwarna untuk mengubah warna lampu
Flashback : Kilas balik peristiwa lampau yang dikisahkan kembali pada saat ini
Flat Karakter : Karakter tokoh yang ditulis oleh penulis lakon secara datar dan biasanya bersifat hitam putih
Fleksi (flexion) : Membengkokkan suatu sendi untuk mengurangi sudut antara dua bagian badan
Fleksibelitas : Daya lentur suatu objek / tingkat kelenturan suatu objek
Flies : Disebut juga penutup. Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya
Floodligth : Jenis lampu yang sinar cahayanya menyebar serta tidak bisa diatur fokusnya
Focal Point : Titik temu (pusat) pendar cahaya
FOH : Front Of House. Bagian depan baris kursi penonton dimana di atasnya terdapat pipa baris lampu
Fokus : (1) Istilah dalam penyutradaraan untuk menonjolkan adegan atau permainan aktor. (2) Istilah tata cahaya untuk area yang disinari cahaya dengan tepat dan jelas
Follow Spot ; Jenis lampu spot yang dapat dikendalikan secara manual untuk mengikuti arah gerak pemain
Fore Shadowing : Bayang-bayang yang mendahului sebuah peristiwa yang sesungguhnya itu terjadi
Foyer : Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat
Frequency
Respon : Kemampuan dalam menangkap frekuensi pada batas maksimum dan minimum
Fresnel : (1) Lensa yang mukanya bergerigi. (2) Jenis lampu yang
menggunakan lensa bergerigi

Gesture : sikap tubuh yang memiliki makna, bisa juga diartikan dengan gerak tubuh sebagai isyarat
Gestus : Aksi atau ucapan tokoh utama yang beritikad tentang sesuatu persoalan yang menimbulkan pertentangan atau konflik antar tokoh
Gimmick : Adegan awal dari sebuah lakon yang berfungsi sebagai pemikat minat penonton untuk menyaksikan kelanjutan dari lakon tersebut
Globe : Panggung yang tempat duduk penontonnya berkeliling, digunakan dalam pementasan teater jaman Elizabeth di Inggris
Gobo : Pelat metal yang dicetak membentuk pola atau motif tertentu dan digunakan untuk membuat lukisan sinar cahaya
Groundrow : Lampu flood yang diletakkan di bawah untuk menerangi aktor atau siklorama dari bawah
Imajinasi : Proses pembentukan gambaran-gambaran baru dalam pikiran, dimana gambaran tersebut tidak pernah dialami sebelumnya atau mungkin hanya sedikit yang dialaminya
Improvisasi : Gerakkan dan ucapan yang tidak terencana untuk menghidupkan permainan.
Intonasi : Nada suara (dalam bahasa jawa disebut langgam), irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton.
Insersio : Kearah mana otot itu berjalan atau arah jalannya otot yang bergerak.
Irama : Gelombang naik turun, longgar kencangnya gerakkan atau suara yang berjalan dengan teratur
Iris : Piranti untuk memperbesar atau memperkecil diameter lingkaran sinar cahaya yang dihasilkan oleh lampu
Jeda : Pemenggalan kalimat dengan maksud untuk memberi tekanan pada kata.
Karakter : Gambaran tokoh peran yang diciptakan oleh penulis lakon melalui keseluruhan ciri-ciri jiwa dan raga seorang peran
Karakter Teatrikal: Karakter tokoh yang tidak wajar, unik, dan lebih bersifat simbolis.
Kolokasi : Asosiasi kata dengan bahasa yang tidak formal, bahasa percakapan sehari-hari pada suatu tempat dan masa tertentu.
Komedi : salah satu jenis lakon yang mengungkapkan cacat dan kelemahan sifat manusia dengan cara yang lucu, sehingga para penonton bisa lebih menghayati kenyataan hidupnya
Komedi Stamboel : Pertunjukan teater yang mendapat pengaruh dari Turki dan sangat populer di Indonesia pada jaman sebelum kemerdekaan
Komunikan : Penerima komunikasi
Komunikator : Penyampai kamunikasi
Konflik : Ketegangan yang muncul dalam lakon akibat adanya karakter yang bertentangan, baik dengan dirinya sendiri maupun yang ada di luar dirinya.
Konotasi : Arti kata yang bukan sebenarnya dan lebih dipengaruhi oleh konteks kata tersebut dalam kalimat.
Konsentrasi : Kesanggupan atau kemampuan yang diperlukan untuk mengerahkan pikiran dan kekuatan batin yang ditujukan ke suatu sasaran tertentu sehingga dapat menguasai diri dengan baik.

Lakon : Penuangan ide cerita penulis menjadi alur cerita yang berisi peristiwa yang saling mengait dan tokoh atau peran yang terlibat, disebut juga naskah cerita
Lakon Satir : Salah satu jenis lakon yang mengemas kebodohan, perlakuan kejam, kelemahan seseorang untuk mengecam, mengejek bahkan menertawakan suatu keadaan dengan maksud membawa sebuah perbaikan
Latar Peristiwa : Peristiwa yang melatari adegan itu terjadi dan bisa juga yang melatari lakon itu terjadi
Latar Tempat : Tempat yang menjadi latar peristiwa lakon itu terjadi.
Latar Waktu : Waktu yang menjadi latar belakang peristiwa, adegan,
dan babak itu terjadi
Level : (1) Istilah pemeranan dan penyutradraan untuk mengatur
tinggi rendah pemain. (2) Isitilah tata suara untuk tingkat
ukuran besar kecilnya suara yang terdengar
Lever : Bilah yang dapat dinaikkan dan diturunkan yang terdapat
pada control desk
Ligamen : Jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang
atau pembungkus sendi.

Melodrama : Salah satu jenis lakon yang isinya mengupas suka duka
kehidupan dengan cara yang menimbulkan rasa haru
kepada penonton
Membran : Selaput atau lapisan tipis yang sangat peka terhadap
getaran
Metacarpal : Disebut juga dengan metatarsus atau ossa metatarsalia
yaitu tulang pertama dari jari
Mime : Pertunjukan teater yang menitikberatkan pada seni
ekspresi wajah pemain
Mimetic/mimesis : Peniruan atau meniru sesuatu yang ada
Mimik : Ekspresi gerak wajah untuk menunjukkan emosi yang
dialami pemain
Mixed : Jenis refleksi cahaya yang hasilnya bercampur antara
relfeksi diffuse dan specular
Monolog : Cakapan panjang seorang aktor yang diucapkan di
hadapan aktor lain

Noise : Gangguan suara yang tidak diinginkan dalam memproses
suara atau rekaman
Observasi : Kegiatan mengamati yang bertujuan menangkap atau
merekam hal apa saja yang terjadi dalam kehidupan
Orchestra Pit : Tempat para musisi orkestra bermain
Origio : Tempat otot timbul atau tempat asal otot yang terkuat
Pageant : Panggung kereta abad Pertengahan yang digunakan
untuk mementaskan teater secara berkeliling
Panoramic : Kesan suara yang terdengar pada telinga kiri atau telinga
kanan
Pantomimik : Ekspresi gerak tubuh untuk menunjukkan emosi yang
dialami pemain
PAR : Parabolic Aluminized Reflector. Lampu yang menggunkan
reflektor parabola terangkai dalam satu unit dengan
lensanya
Parafrase : Latihan untuk menyatakan kembali arti dialog dengan
menggunakan kata-kata kita sendiri, dengan tujuan untuk
membuat jelas dialog tersebut
PC : (1) Planno Convex, jenis lensa yang permukaannya
halus. (2) Jenis lampu yang menggunakan lensa tunggal
baik lensa Planno Convex atau Pebble Convex
Pebble Convex : Jenis lensa yang mukanya halus tapi bagian belakangnya
bergerigi
Pemanasan : Serial dari latihan gerakan tubuh dimaksudkan untuk
meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot dengan
cara progresif (bertahap).
Pemeran : Seorang seniman yang menciptakan peran yang
digariskan oleh penulis naskah, sutradara, dan dirinya
sendiri.
Penonton : Orang yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan teater
Pernafasan : Peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung
oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara
yang banyak mengandung karbondioksida
Pita magnetic : Pita plastic yang dilapisi oleh serbuk magnet yang
digunakan untuk menyimpan getaran listrik
Planno Convex : Jenis lensa (lih. PC)
Plot : Biasa disebut dengan alur adalah kontruksi atau bagan
atau skema atau pola dari peristiwa-peristiwa dalam lakon, puisi atau prosa dan selanjutnya bentuk peristiwa
dan perwatakan itu menyebabkan pembaca atau
penonton tegang dan ingin tahu
Polarity : Kemampuan maksimum dalam menangkap sumber suara
Practical : Lampu sehari-hari atau lampu rumahan yang digunakan
di atas panggung
Preset : Pengaturan intensitas cahaya pada control desk disaat
lampu dalam keadaan mati (tidak dinyalakan)
Profile : Jenis lampu spot yang dapat ukuran dan bentuk sinarnya
dapat disesuaikan
Properti : Benda atau pakaian yang digunakan untuk mendukung
dan menguatkan akting pemeran.
Protagonis : Peran utama yang merupakan pusat atau sentral dari
cerita
Proscenium : Bentuk panggung berbingkai
Proscenium Arc : Lengkung atau bingkai proscenium
Resonansi : Bergema atau bergaung
Rias Fantasi : Tata rias yang diterapkan untuk menggambarkan sifat
atau karakter yang imajinatif
Rias Karakter : Tata rias yang diterapkan untuk menegaskan gambaran
karakter tokoh peran
Rias Korektif : Tata rias yang diterapkan untuk memperbaiki kekurangan
sehingga pemain nampak cantik
Ritme : Tempo atau cepat lambatnya dialog akibat variasi
penekanan kata-kata yang penting.
Round Karakter : Karakter tokoh dalam lakon yang mengalami perubahan
dan perkembangan baik secara kepribadian maupun
status sosialnya
Scoop ; Jenis lampu flood yang menggunakan reflektor ellipsoidal
Sendi : Hubugan yang terbentuk antara dua tulang.
Sendratari : Pertunjukan drama yang di tarikan atau gabungan seni
drama dan seni tari
Side Wing : Bagian kanan dan kiri panggung yang tersem bunyi dari
penonton, biasanya digunakan para aktor menunggu
giliran sesaat sebelum tampil
Skeneri : Dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana
permainan
Skenario : Susunan lakon yang diperagakan oleh pemeran
Soliloki : Cakapan panjang aktor yang diucapkan seorang diri dan
kepada diri sendiri
Specular ; Jenis refleksi yang memantulkan cahaya seperti aslinya
(efek cermin)
Snoot : Disebut juga Top Hat, piranti yang digunakan untuk
mengurangi tumpahan cahaya

Spherical : Jenis reflektor yang memiliki bentuk setengah lingkaran
Spread : Jensi refleksi cahaya yang mengenai objek dengan
intensitas lebih tinggi garis cahayanya akan memendar
dan direfleksikan lebih panjang dari yang lain
Stand : Pipa untuk memasang lampu yang dapat berdiri sendiri
Struktur Dramatik : Rangkaian alur cerita yang saling bersinambung dari awal
cerita sampai akhir.
Suara Nasal : Suara yang dihasilkan oleh rongga hidung karena udara
beresonansi.
Suara Oral : Suara yang dihasilkan oleh mulut
Subtractive Mixing: Pencampuran warna cahaya yang dihasilkan dari dua
filter berbeda
Surprise : Peristiwa yang terjadi diluar dugaan penonton
sebelumnya dan memancing perasaan dan pikiran
penonton agar menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak
pasti.
Sutradara : Orang yang mengatur dan memimpin dalam sebuah
permainan.
Teknik Muncul : Suatu teknik seorang pemeran dalam memainkan peran
untuk pertama kali memasuki sebuah pentas lakon.
Teknik Timing : Teknik ketepatan waktu antara aksi tubuh dan aksi
ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog
yang diucapkan.
Tema : Ide dasar, gagasan atau pesan yang ada dalam naskah
lakon dan ini menentukan arah jalannya cerita.
Tempo : Cepat lambatnya suatu ucapan yang kita lakukan
Thrust : Bentuk panggung yang sepertiga bagiannya menjorok ke
depan
Timbre : Warna suara yang memberi kesan pada kata-kata yang
kita ucapkan
Tirai Besi : Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk
memisahkan bagian panggung dan kursi penonton.
Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung, tirai
ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan
penonton bisa segera dievakuasi.
Tragedi : Salah satu jenis lakon yang meniru sebuah aksi yang
sempurna dari seorang tokoh besar dengan
menggunakan bahasa yang menyenangkan supaya para
penonton merasa belas kasihan dan ngeri sehingga
penonton mengalami pencucian jiwa atau mencapai
katarsis
Trapezium : Tulang yang ada pada antara pergelangan tangan dan
ibu jari tangan

Trap Jungkit : Area permainan atau panggung yang biasanya bisa
dibuka dan ditutup untuk keluar-masuk pemain dari
bawah panggung
.
Wicara : Cara kita berbicara dan cara mengucapkan sebuah dialog
dalam naskah lakon
Under : (tata suara) Hasil rekaman suara yang sangat lemah

Cermin-Cermin Hati Memahami Novel

SMU Permata mulai ramai. Murid-murid berdatangan dengan wajah segar. Bandung memang kota yang masih menyisakan rasa dingin. Apalagi SMU Permata berlokasi di pinggir kota, di Bandung Utara, di sekitar Dago. Masih terdapat kabut tipis di sana.
Akan tetapi, bila siang tiba, kota Bandung sama saja dengan kota yang lainnya, panasnya minta ampun.
Apalagi pohon-pohon yang menaungi pinggir-pinggir jalan dibabat habis untuk pelebaran jalan dan untuk pembuatan jalan layang. Tapi wajah murid-murid yang berdatangan itu betul-betul pagi.

"Wei, Di. Kok, kamu sudah ada di sekolah pagi-pagi gini, tumben." Ima datang sambil menampakkan tampang heran karena tak biasanya melihat Adi sudah nongkrong di bangkunya sepagi ini selepas bertukar cerita dengan Mang Eman.
Adi sepertinya mendapatkan energi baru dari cerita-cerita pengalaman Mang Eman yang penuh perjuangan. Ia, ternyata, belum seberapa dibandingkan dengan kehidupan Mang Eman. Selain itu, Adi juga telah menemukan sahabat, ya, sahabat, yang selama ini tidak ia miliki. Dan ia punya kado untuk Ujang. Ia, setidaknya, menemukan tempat untuk mencurahkan isi hati. Oleh karena itulah, Adi merasa lebih tenang.
Adi yakin orang tuanya tidak punya waktu untuk mencarinya. Saat mereka sadar akan kepergiannya, saat itu pulalah mereka sadar bahwa mereka tak punya waktu untuk mencarinya. Mereka terikat dengan pekerjaan kantor mereka.
"Sadar, ni, yee!" Ima menggoda Adi.

"Ah, enggak juga. Lagi ingin aja. Besok juga normal lagi."
"Wah, jadi, menurut kamu orang terlambat itu normal gitu."
"Bagi gue, iya. Kepagian datang gue adalah keenggaknormalan gue."
"Wah, kamu ternyata pandai berfilsafat juga, Di. Tapi menurutku yang normal itu adalah yang baik, yang sesuai dengan kebiasaan umum."
"Nanti, nanti. Kata lu, yang normal itu adalah yang baik dan yang baik itu adalah yang sesuai dengan kebiasaan umum. Berarti yang baik itu adalah yang sesuai dengan kebiasaan umum. Gue enggak sepakat, Ma."
"Menurutmu, gimana?" Tanya Ima.
Ima sepertinya begitu tertarik dengan perubahan Adi. Ini tidak biasa, pikirnya. Wacana yang dilemparkannya kepada Adi tentang kebaikan begitu saja disambutnya. Ada apa dengan Adi? Sepertinya kepala Adi telah terbentur dengan benda keras atau mungkin kehidupan yang keras sehingga ia menderita amnesia. Dia lupa akan dirinya yang begitu sombong. Adi betul-betul tampak lain hari ini. Atau mungkin inilah yang disebut fitrah itu. Semua orang punya modal kebaikan dalam diriya. Dan Ima yakin di dalam hati Adi terdapat permata. Seperti nama SMU mereka.
"Menurut gue. Mmmm…gimana yah. Gue tadi bilang apa, Ma?"
"Nah, mulai datang lagi, kan telminya. Kamu normal lagi, Di, he…he…he…." Ima mengejek Adi.
"Gue serius, Ma!" Seru Adi dengan nada tinggi.
Jiwa Adi adalah jiwa pekat dengan kebingungan. Ia tengah berada pada wilayah transisi kedewasaan.
Saat inilah mungkin puncak kebingungan itu. Ia melesat dari dunia geng motornya karena bisikan hatinya bahwa ia berada pada tempat yang salah. Ini tidak benar, bisik hatinya pada saat geng motornya bertindak Out Laws.
"Tadi, kamu sepakat tentang pendapatku mengenai kebaikan yang sesuai dengan umum?"
"Oh, iya. Menurut gue, pada zaman sekarang, mah, kebaikan itu sesuatu yang tersembunyi dan sedikit. Masih tidak umum. Yang umum, mah, kejelekan sekarang. Coba aja lihat. Korupsi ada di mana-mana. Pembunuhan, sering sekali. Pelacuran, huuh, tidak tertampung, dilokalisasi, bahkan, temen-temen seusia kita juga banyak yang jadi pelacur atau sekadar perek, tapi apa bedanya. Lalu, apa lagi? Oh, iya…narkoba, begitu merajalela. Atau
kenakalan remaja yang mendekati kriminalitas.
Apakah semua itu menjadi kebaikan karena sudah begitu biasa kita dapatkan kenyataannya."
"Ya, tidak dong, Di. Yang Ima maksudkan, bahwa kebaikan itu sebenarnya sesuatu yang sudah ada di benak setiap orang. Kebaikan itu adalah hal yang umum dan fitrah."
"Apa?"
"Fitrah. Hal yang mendasar bagi manusia.
Kesucian. Jadi, kalau kamu kembali ke jalan yang benar, kamu kembali ke fitrah kamu, he…he… he…."
"Enak aja, emangnya gue keluar dari jalur, apa?" Adi merasa tersinggung, sedikit.
"Ya, Tanya saja pada hati kamu. Apakah hati kamu sepakat, tidak berontak, ketika kamu bolos.
Apakah hati kamu sepakat, tidak berontak, saat kamu telat mulu. Apakah hati kamu sepakat, tidak berontak, saat kamu melawan orang tua atau saat kamu kabur dari rumah? Apakah …."
"Eit, nanti dulu. Kok, kamu tahu kalau aku …."
Tiba-tiba datang teman-teman yang lainnya. Winna dengan kemenorannya tiba-tiba pula menjerit.
"Wooow. Adi! Kamu. Oh, ngaku…deh. Kamu sungguh tambah cakep kalau rajin. Suwer, wajahmu itu loh. Segar. Segar seperti pagi ini. Segar seperti harapan-harapan yang menguncup di hati Winna.
Oh, Adi." Tiba-tiba Winna mendekati Adi. Seperti seorang kekasih yang menyambut kekasihnya merentangkan tangan siap menerima pelukan, tapi Winna terbentur tubuh Ima yang tiba-tiba saja menghalangi. Kontan saja Winna kaget.

"Eit...eit.... ooh jadi ini rupanya sang pembela itu. Ooh, gue tahu sekarang. Kau dan Adi datang pagi-pagi, janjian mau ngobrol-ngobrol, ya? Dan Adi bertambah jadi rajin karena ada kekasih hati yang menunggu. Gue tahu sekarang. Woi, temanteman, Adi dan Ima jadian! Woi..A..." Mulut Winna tiba-tiba dibekap Adi.
"Elo kalo ngomong jangan macem-macem.
Hati-hati. Gue jadi ingin muntah dengan segala tingkah lo yang norak ini. Urus saja make up lo yang menor itu daripada ngurusin orang lain."
"Eh...eh...gue hanya main-main kok, Di.
Suwer!" hati Winna meleleh setelah Adi dengan tegas memotongnya. "Maafin gue ya, Di." Adi diam saja. "Ayo, dong, Di. Maafin gue, please...." winna paling takut dimarahi, dia tidak bisa mendekatinya lagi. "Minta maaf dulu sama Ima, baru ke gue."
Jawab Adi.
"Lho.. kok ... ke Ima, sih." Winna kaget dengan perintah Adi. Harus minta maaf pada Ima? Oh tidak lah yaw. Gengsi dong, bisik hati Winna.
"Ya, kau telah hampir mencemarkan nama baiknya. Dia orang baik tahu, tidak kayak kamu.
Dasar perek!"
Duaaar. Dunia Winna tiba-tiba berpetir.
Gelap. Kelam. Dan badai pun tiba-tiba hadir. Winna tak bisa berbuat apa-apa selain terpaku di bumi tempatnya berdiri. Seluruh badannya terguyur oleh air hujan kekecewaan seakan telah begitu runcing dan menusuk-nusuk setiap pori-pori jiwanya. Ia mematung dengan penuh rasa sakit. Adi betul. Aku memang perek. Aku tak layak di sini. Hatinya pedih berkata.





Sumber: Novel Dan Gue Bukan Robot karya M. Irfan Hidayatullah, 2004.


Memahami Novel:
Berikan kesimpulan Anda tentang kelebihan dan kekurangan
teman Anda dalam pembacaan kutipan novel sesuai dengan
hasil penilaian yang Anda lakukan.

Darmon : Karya Harris Effendi Thahar : Menganalisis Cerpen

Menganalisis Cerpen : Darmon : Karya Harris Effendi Thahar :


Dari suara dan sopan santunnya menyapa, saya cukup simpati. Tetapi melihat tampangnya, pakaiannya, dan bungkus rokok yang sekilas saya lihat di kantung kemejanya, saya kurang berkenan. "Saya Darmon, teman anak Bapak, Maya, yang mengantar malam-malam sehabis demo tempo hari."

"Oh, ya? Saya tidak ingat kamu waktu itu. Tetapi, saya pikir Maya masih belum pulang dari kampus. Mau menunggu?" tawar saya tanpa sengaja dan saya berharap dia cepat-cepat pergi. Tetapi, tampaknya dia lebih lihai dari yang saya duga.
"Tidak apa-apa Pak, kebetulan saya sudah lama ingin ketemu Bapak, ngomong-ngomong soal sikap pemerintah terhadap gerakan reformasi oleh mahasiswa."

"Oh, apa tidak salah? Saya kan bukan pejabat, cuma pegawai negeri biasa," kilah saya sambil terus menyiram pot-pot bonsai kesayangan saya di teras.

"Justru itu, Pak. Kalau Bapak seorang pejabat atau bekas pejabat, pasti Bapak terlibat KKN dan tidak suka dengan saya karena saya salah seorang dari mahasiswa yang ikut mendemo pejabat teras di daerah ini."

Entah bagaimana, saya merasa tersanjung dan mulai simpati pada anak muda itu, meski dalam hati bercampur rasa was-was kalau-kalau dia ternyata pacar Maya. Lebih jauh lagi, rasanya, Maya tak pantas pacaran dengannya. Setidaknya, menurut keinginan saya, pacar Maya, yang sekarang baru sembilan belas usianya itu, haruslah tampan dan kelihatan punya wawasan luas. Ini Darmon, seperti yang diperkenalkannya tadi, kelihatan tidak intelek dan lebih mirip kernet bus kota.

Ia begitu saja mengikuti langkah kaki saya memilih tanaman-tanaman kecil saya yang patut disemprot air karena kelihatan kering. Sepertinya Darmon tidak begitu tertarik dengan tanaman, malah mencecar saya dengan pertanyaanpertanyaan sekitar politik dalam negeri.

"Ngomong-ngomong, kamu jurusan apa?"
"Pertanian. Budi Daya Pertanian," jawabnya datar.
Saya terkesima dan telanjur menduga ia belajar sosial politik, mulai kurang simpati karena dia justru tidak tertarik dengan hobi saya. "Ngomong-ngomong, kamu tahu tidak, nama latin bonsai yang ini?"
"Oh, pohon asem ini? Kalau tidak salah, Tamaridus indica."
"Kalau yang ini?" uji saya lebih jauh, kalau memang ia mahasiswa fakultas pertanian.
"Ini jenis Ficus, Pak. Ini sefamili dengan karet. Tepatnya yang ini Ficus benyamina."
"Kok kamu kelihatan tidak tertarik?"
"Bukan itu soalnya, Pak saya pikir, ini kesenangan orang yang sudah mapan seperti Bapak.
Tidak mungkin saya menggandrungi tanaman yang membutuhkan perhatian besar dan halus ini dalam keadaan liar seperti ini."
"Liar? Kamu merasa orang liar?"
"Nah, Bapak salah duga lagi. Bukan saya orang liar, tetapi situasi perkuliahan, praktikum, kegiatan kemahasiswaan, dan tambah lagi situasi sekarang yang membuat mobilitas saya tinggi. Jadi, bolehlah disebut liar, namun dalam pengertian yang saya sebutkan tadi."

Diam-diam saya merasa ditemani. Saya menawarkan duduk berdua sambil minum kopi di teras. Saya ingin tahu lebih jauh apa yang ada dalam hati pemuda mirip gembel itu.
"Maaf, kalau disuguhi kopi begini, keinginan merokok saya jadi muncul. Bapak keberatan?" ujarnya.

"Inah, bawa asbak rokok ke sini," desak saya kepada pembantu yang baru saja masuk setelah menghidangkan dua cangkir kopi. "Nah, itu tandanya saya tidak keberatan. Sekarang, coba kamu ceritakan keinginan kamu terhadap kondisi negara ini setelah pemilu nanti. Bapak mau tahu langsung dari aktivis reformasi."
Darmon tersenyum miring sambil menghembuskan asap rokoknya yang kelihatan mahal.
Lalu ia buka suara. "Saya jadi kikuk, Bapak perlakukan saya seperti anak kecil terus."
"Kamu pikir begitu? rasanya kok ndak."
"Apa bedanya Bapak tanya saya begini 'Apa cita-citamu, Mon?' Sama saja kan? Maksud saya, pertanyaan Bapak itu terlalu umum."

"Mestinya saya tanya apa? Baik, begini. Menurut kamu, Mon, bagaimana prospek perekonomian bangsa Indonesia setelah pemilu?"
"Ini insting saya saja, Pak, ya. Menurut saya kalau tidak terjadi perang karena tidak puas, karena curang lagi misalnya, ekonomi kita bakal merangkak pelan sekali. Butuh waktu tiga sampai lima tahun. Kita baru bisa bangkit lagi setelah tujuh tahun," ujarnya lancar.

Saya mulai kagum dengan keberaniannya, kepolosannya, dan kelancarannya berbicara. Selama ini tidak ada anak muda yang bicara dengan gaya selancar dan sejujur dia, apalagi anak buah di kantor. Tiba-tiba saya menginginkan anak buah saya seperti Darmon. Tidak perlu membungkukbungkuk dan mengucapkan maaf berkali-kali, padahal yang diterimanya adalah haknya sendiri. Senja mulai merambat. Kami terlibat dalam percakapan yang menarik. Bahkan, ketika Maya pulang, mendorong pintu pagar, hampir-hampir tidak menjadi perhatian benar bagi Darmon. Dia hanya saling tersenyum, meski saya tahu, di belakang saya mereka pasti akrab sekali. Justru Darmon pula yang mengingatkan saya tentang senja.
"Pak, sudah senja. Terima kasih atas waktu Bapak untuk saya. Saya pamit dulu."

"Bagaimana kalau Maghrib di sini saja?"
terlontar begitu saja dari mulut saya. Saya merasa telanjur, jangan-jangan dia tidak seagama dengan saya.

"Terima kasih, saya selalu mengusahakan shalat Maghrib dan Isya di masjid. Assalamu’alaikum." Di meja makan, malam itu, saya mau tahu reaksi Maya. Sedapatnya saya ingin tahu aspirasi anak-anak agar tidak terlalu dalam jurang pemisah antargenerasi. Dari bacaan-bacaan, sering orang tua disalahkan karena tidak nyambung dengan keinginan anak-anak. Saya tak mau menjadi orang tua yang konyol. Oleh sebab itu, saya menanyai Maya di hadapan mamanya dan adiknya, Pada, yang kini sudah siswa SMA kelas satu.

"Kok, kamu tidak keluar lagi, Darmon ke sini kan, mau ketemu kamu, Maya."
"Ih, Papa. Orang begitu saja dilayani," jawabnya. "Jadi, dia bukan pacar kamu?"
"Amit-amit, Pa. Kalau yang begituan, di kampus banyak, tuh."

"Maksud Papa, meski dia bukan pacar kamu, kalau dia datang baik-baik ingin ketemu, tidak ada salahnya ditemui sebentar. Papa tidak keberatan." "Kan, sudah ada Papa yang melayani. Asyik lagi, pakai ketawa-ketawa ngakak. Untuk Papa ketahui, dia itu sekarang lebih banyak mangkal di markas reformasi. Kuliah jarang dan nilai semesternya anjlok semua. Orang seperti itu tidak punya masa depan, lho, Pa."
"Apa dia pemusik rock?" tanya Papa.

"Tau. Orang lain fakultas, lagi pula, saya cuma kenal waktu demo tempo hari," jawab Maya.
"Kenapa?"
"Rambutnya panjang segitu, mestinya, dia ngerock. Zaman sekarang, rambut anak muda, kan, kayak Papa ini, cepak."
"Mama dengar sekilas tadi, dia ngomong politik tinggi sama Papa kamu di teras. Sekolah saja berantakan, kok mau-maunya omong politik. Apa dia itu bisa menyelesaikan sembako?"
"Wong, tampangnya serem, ya, Nya?" Inah ikut bicara sambil menuangkan air ke gelas istri saya. "Ya, kamu lihat waktu ngasih kopi tadi, ya? Mama juga tidak sudi kalau pacar kamu kumal begitu, Maya."

Saya cuma mengunyah makanan diam-diam karena kalau mama anak-anak sudah buka bicara larinya pasti ke sembako, hidup susah, makan gaji tanpa tambahan. Ujung-ujungnya, akan sampai soal saya, yang tidak pandai berinduk semang sehingga tak pernah kebagian memegang proyek, padahal sudah dua puluh tahun bekerja sebagai pegawai negeri.

"Papamu ini memang sudah dari sononya aneh-aneh," Rini, istri saya, sudah mulai seperti yang saya duga.
"Memangnya, Papa aneh?"
"Mahasiswa gembel begitu saja diajak ngobrol ngalor-ngidul. Akrab lagi. Kemaren ini, Sanip datang menawarkan taktik untuk menggaet proyek, eh, malah disuruh pergi."
"Dia. Sanip itu, memang, biang kongkalikong di kantor. Yang penting kantungnya penuh. Tidak peduli itu bukan uang nenek moyangnya. Dia itu sudah pernah kena peringatan. Untung bos kami masih kasihan. Kalau tidak, dia itu diadili," jelas saya.

"Makanya, pandai-pandai, agar kita bisa hidup agak lumayan."
Saya cepat-cepat mencuci tangan, meski masih tersisa nasi dan lauk di piring. Saya mau cepatcepat ke teras, mendinginkan suhu badan di bulan Februari yang panas, setelah hampir enam bulan tidak diguyur hujan.

"Moneter, ya, moneter, orang-orang hidup pada senang juga. Papa kalian? Jangankan memperbaiki mobil, malah dijual. Sekarang, rasain, tiap pagi berebut bus kota."

Saya merasa bersyukur, istri saya tukang protes sejak dulu. Kalau tidak, mungkin saya sudah tidak bergairah lagi bekerja. Saya tidak perlu bersedih karena menurut saya, masih banyak orang Indonesia yang hidupnya memalukan, meskipun berpendidikan lumayan.

Sebagai kepala subbagian, saya selalu datang tepat waktu. Seperti biasa, selalu saja saya orang pertama, itu biasa. Tetapi ketika lewat di meja Sanip, saya jadi marah. Ternyata, surat edaran yang saya suruh kirim atas nama bos masih bertumpuk di mejanya. Begitu saya melihat batang hidungnya, langsung saya tuntut.
"Hei, edaran itu belum juga kamu kirim?"
"Ya, ya, Pak. Pagi ini, saya suruh Mardambin mengirimnya."
"Janji, ya?"
"Janji, Pak."
"Kamu sudah ngopi?"
"Sud…eh, belum Pak."
"Ke kantin, ayo, ikut saya."
"Terima kasih, Pak. Saya ikut!"
Saya mau tertawa, tetapi saya tahan. Tibatiba saya ingin menggantinya dengan Darmon.
Dan, tiba-tiba pula, sewaktu minum kopi di kantin saya katakan pada Sanip agar dia meniru vitalitas kejujuran dan keberanian seperti Darmon.

"Darmon yang mana, Pak?"
Saya tertawa. Kali ini, tidak bisa saya tahan. "Ada anak muda, mahasiswa, aktivis reformasi, tukang demo dan kelihatan kumal, serta rambutnya tak terurus, tetapi dia pintar."
Sanip memandang wajah saya, seperti ada sesuatu yang hendak dikatakannya. Sanip menghirup kopinya pelan-pelan, lalu membuang pandang jauh ke depan, menembus tembok kantor.
"Mengapa kamu, kok, sedih amat kelihatannya, Nip?"
"Habis, Bapak menyindir saya."
"Kenapa? Kamu tersinggung, ya? Meski saya atasan kamu, usia kita, kan, hampir sama. Kamu jangan sungkan-sungkan berkata jujur seperti Darmon yang saya kenal itu."
"Saya, memang, cuma tamat SMA, tidak sarjana seperti Bapak. Tetapi saya ingin anak saya jadi sarjana. Dia lulus UMPTN di fakultas pertanian. Tetapi kini, saya tak sanggup membiayainya lagi hingga semester ini dia istirahat kuliah. Kasihan dia!"
"Siapa anakmu?"
"Darmon!"


Sumber: Kumpulan cerpen Dua Tengkorak Kepala, cerpen pilihan Kompas, 2000

Persekusi dalam kamus kata bahasa indonesia, berarti "pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas

Waspada.... Jurus Baru itu bernama PERSEKUSI

Copas....


Bahaya Propaganda Persekusi
By : AzR

Beberapa bulan terakhir ini, ada masyarakat dan atau kelompok masyarakat yang telah berhasil membantu polisi memburu, melacak, menemukan dan mengamankan para penjahat dan menyerahkannya pada polisi. Yang hangat baru-baru ini adalah diamankannya oleh masyarakat para penjahat yang suka menghina Agama dan Ulama di sosmed dan juga baru-baru ini ada kelompok masyarakat yang membantu mengamankan para penjahat gangster jalanan yang meresahkan masyarakat. Sebagai masyarakat, kita mestinya senang dan bersyukur jika ada kelompok masyarakat yang aktif ikut berperan mencegah kejahatan di negeri kita. Mereka telah melakukan perbuatan yang TERPUJI dan harus diapresiasi! Bukan malah di-PERSEKUSI-kan seperti yang marak di media-media tv akhir-akhir ini.

Apa itu PERSEKUSI dan apakah tepat memberi gelar pelaku Persekusi pada Masyarakat berprilaku TERPUJI yg disebutkan di atas? mari kita bahas.

Persekusi dalam kamus kata bahasa indonesia, berarti "pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas."

Pemburuan masyarakat pada PENJAHAT adalah bukan pemburuan yang SEWENANG-WENANG, pemburuan tersebut didasari oleh kesadaran masyarakat pada kewajiban sebagai warga negara sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 30 ayat 1, "Tiap-tiap Warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara." Setiap penjahat itu adalah seorang yang bisa mengancam keamanan negara. Justru para penjahat itu yang telah SEWENANG-WENANG melanggar hukum yang berlaku di negeri kita! Intinya kegiatan masyarakat memburu dan mengamankan penjahat adalah BUKAN KEGIATAN PERSEKUSI.

Jika ada masyarakat dalam perburuannya pada pelaku kejahatan, setelah menemukan si penjahat, ada oknum masyarakat yang tergelincir melakukan kekerasan pada si penjahat, maka oknum masyarakat itu ditindak aparat sesuai kadarnya dan si penjahat harusnya diamankan. Bukan malah melepas si penjahat dan lalu menyalahkan aksi perburuan penjahat itu, serta menyematkan masyarakat dengan sebutan pelaku Persekusi seperti yg telah dijelaskan di atas.

Sungguh ada bahaya yang besar bagi negara kita jika propaganda Persekusi terus-menerus disematkan pada masyarakat yang punya aksi kepedulian mencegah kejahatan di negeri kita. Propaganda PRESEKUSI ini dapat menakut-nakuti masyarakat beraksi mencegah kejahatan, masyarakat akan takut dicap jelek dan dicap melanggar pidana jika melakukan pencegahan pada kejahatan seorang penjahat. Sedangkan di sisi lain para penjahat dan kaum pencinta penjahat merasa mendapat angin segar untuk leluasa melakukan kejahatannya. karena para penjahat tersebut tahu dan yakin jika masyarakat tak akan menegur dan mencegah kejahatan mereka, disebabkan masyarakat takut dicap kelompok Persekusi. Maka akan merebaklah kejahatan di negeri kita, waliyadzu billah min zalik. Mari kita tolak bersama propaganda Persekusi tersebut demi terciptanya keamanan dan ketenangan di negeri kita. Negeri aman dan tenang tanpa penjahat. Tks.
Copas dari FB Epi Lisnawati
#TolakPropagandaPersekusi

Contoh Undangan : Kelompok Belajar

Undangan 

Acara Kelompok Belajar Ibu (KBI)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji bg Allah  rabb seru sekalian alam yg telah mengutus rasul-Nya utk menyampaikan  Risalah Islam sehingga kita terap dlm keadaan iman dan Islam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kpd Risulullah Muh SAW, keluarga dan sahabatnya serta segenap umatnya hingga akhir zaman
Saat ini kondisi masy krg faham thd hk islam byk permasalahan yg menimpa k muslimin tp tdk bs diselesaikan dg benar
Utk itu kami bermaksud mengadakan forum Kelompol Belajar Ibu (KBI) dlm rangka memahamkan ibu2 ttg Islam, yg insyaAllah diselenggarakan pada:

Hari Ahad Tanggal 7 Agustus 2016
Pukul 8.30-10.30
Tempat : Rumah Ibu Mia Agustin

Demikian und kami, atas perhatian dan kehadirannya kami mengucapkan jazaakumullah khoiron katsiiron.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Contoh HIKAYAT -MIMPI DAN IRISAN ROTI

Contoh-contoh HIKAYAT -MIMPI DAN IRISAN ROTI

HIKAYAT
Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
Sebuah hikayat dibacakan sebagai hiburan, pelipur lara atau untuk membangkitkan semangat juang.

Contoh-contoh Hikayat:


MIMPI DAN IRISAN ROTI 


Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan; mereka bergembira dan berduka bersama, mengumpulkan kekuatan dan tenaga bersama.
Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air di kendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan dan meminum bekal tersebut. Karena tidak berhasil mencapai persesuaian pendapat, akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga. Namun, tetap saja mereka tidak sepakat.

Malampun turun; salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan.
Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit. “Inilah mimpiku,” kata yang pertama. “Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, ‘Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian.”

“Aneh sekali,” kata musafir kedua. “Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata, ‘Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia.”

Musafir ketiga berkata, “Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam.”

Penemu Origami adalah Akira Yoshizawa yang berkebangsaan Jepang


Tahukan kamu siapa yang menemukan origami? Penemu Origami adalah Akira Yoshizawa yang berkebangsaan Jepang. Akira Yoshizawa lahir pada tanggal 14 Maret 1911 dan meninggal pada 14 Maret 2005 akibat sakit. Semasa hidupnya, Akira Yoshizawa telah membuat lebih dari 50 ribu buah mainan kertas atau origami dan sebagian ada yang diabadikan dalam bukunya. Sebuah seni yang sangat indah.

Apakah Origami itu? 
Kata origami berasal dari bahasa Jepang, dari kata oru yang berarti melipat dan kami berarti kertas. Penggabungan kata tersebut mengubah kata kami menjadi gami, sehingga bukan orikami tetapi origami, artinya sama yaitu melipat kertas.

Contoh Surat untuk Kakak OSIS, kakak Kelas, Adik kelas, Kagum, benci, CINTA

kerudung-anakfida.htmlBerikut adalah contoh surat untuk kakak osis yang bisa dijadikan rujukan ketika diberi tugas untuk membuat yang seperti itu.
Surat benci :
Assalamualaikum wr.wb
Maaf sebelumnya kak. Sebenarnya saya tidak bermaksud menyinggung kakak tapi ini saya lakukan karena memang ada tugas membuat surat benci.
Kak , kakak tau gak sih dari awal pertama mos kakak nyebelin banget , abisnya kakak galak , rese lagi , udah gitu ngasih tugas banyek banget , jahat ! udah gitu salah sedikit dihukum . emang enak ?! HUH
hmmp.. . moga moga abis ini kakak gak nyebelin kayak yang aku kira de haha. Yaudah dulu yak bye :)
Wassalamualaikum wr. wb.

Surat kagum :
Assalamualaikum wr.wb
Semoga kakak dalam keadaan sehat selalu . amiiin
Brsama surat ini aku ingin menyampaikan rasa senang dan bangga mmiliki kakak senior sperti kakak. Smenjak prtama msuk ke sekolah ini dan mengikuti MOS, aku mmprhatikan kakak scara diam-diam krena takut kalau ktahuan kakak akan marah.
Aku kagum dng sikap kakak yg slalu bisa mmberi contoh kpd murid-murid baru, sperti aku yg masih blum tahu apa-apa. Memang kdang kakak suka marah dan membentak-bentak, tapi aku tahu itu hnya cara kakak  melatih kedisiplinan kami, dan aku perhatikan sbnarnya kakak  tuh orangnya baik banget dan perhatian.
Sekian dulu surat dariku kak :) , semoga kakak tidak marah dengan isi suratku ini
Salam
Wassalamualaikum wr. wb.
Pencarian lain yang sejenis adalah dengan menggunakan kalimat
surat untuk kakak osis
surat untuk kakak kelas
surat untuk kaka osis
surat untuk osis
surat buat kakak osis
contoh surat buat kakak osis
surat terima kasih untuk kakak osis
contoh surat simpati untuk kakak kelas
surat ucapan terima kasih untuk kakak osis
surat terima kasih untuk osis
contoh surat untuk kakak kelas
contoh surat persahabatan untuk kakak osis
surat persahabatan untuk kakak osis
contoh surat untuk kaka osis
contoh surat pribadi untuk kakak osis
contoh surat penggemar
surat untuk kaka kelas
kumpulan puisi untuk kakak osis
surat ucapan terima kasih untuk kakak mos
surat simpati untuk kakak kelas
surat sahabat untuk kakak osis
contoh surat simpati untuk osis

Contoh lain
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu . kakak
Sbnarnya sya malu menulis surat ini. Tapi sya mencoba untuk menuliskan ap yg ada dipikiran saya. Menurut ku kakak mmpnyai kepribadian yg baik. Kakak slalu tersenyum, snyuman kakak slalu mmbuat kami para junior mnjadi tentram. saya suka kpd kakak .Tutur kata kakak jg enak di dengar telinga, mmbuat kami mnjadi nyaman mengobrol dgn kakak. Kakak jg selalu baik kpd kami, kakak tdk prnah memarahi kami, sperti yg dilakukan oleh senior lain. Kakak slalu sabar mengahadapi kami, terima kasih atas smua hal yg kakak ajari kpd kami. Mngkin itu hal sepele bagi kakak, tapi bagi kami itu sngat brarti.Smoga kta bsa mnjadi senior dan junior yg kompak dan berprestasi.Kami Mohon bantuannya untuk membimbing kami
Terimakasih.
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatu

Satu lagi contoh
Semoga Kakak2 Semua Sukses teruss….
Dan Untuk Ketua OSIS Saya Ingin Jadi Seperti Kakak
Bisa Menjadi Ketua OSIS yg bijaksana dan baik
Dan Untuk Kakak OSIS Semua….
Terimakasih ………..

Ini juga bisa sebagai contoh
Assalamualaikum wr.wb
Semoga kakak tambah cantik , pinter dan sehat selalu . amiiin
Brsama surat ini aku ingin menyampaikan rasa senang dan bangga mmiliki kakak senior sperti kakak. Smenjak prtama msuk ke sekolah ini dan mengikuti MOS, aku mmprhatikan kakak scara diam-diam krena takut kalau ktahuan kakak akan marah.
Aku kagum dng sikap kakak yg slalu bisa mmberi contoh kpd murid-murid baru, sperti aku yg masih blum tahu apa-apa. Memang kdang kakak suka marah dan membentak-bentak, tapi aku tahu itu hnya cara kakak  melatih kedisiplinan kami, dan aku perhatikan sbnarnya kakak  tuh orangnya baik banget dan perhatian.
Sekian dulu surat dariku kak :) , semoga kakak tidak marah dengan isi suratku ini
Salam
Wassalamualaikum wr. wb.

Ini lagi
apa kabar kak,?
Semoga dalam keadaan sehat selalu dalam membimbing  aku MOS.
namaku………..adik kelasmu yang cantik dan imut.
kakak yang cantik  dan baik hati aku kagum semangat kakak dalam membimbing aku melewati hari-hari MOS ini.tak kenal lelah walaupun keringat dan berjatuhan,hebat banget,aku ingin seperti kakak semangat dalam mengemban tugas.
Selain itu kakak juga selalu tersenyum ramah dan nggak terlalu galak,itu yang bikin aku gembira dan selalu ikut kegiatan MOS ini.jadi nggak ngerasa ketakutan.
Kakak yang manis dan imut aku buat surat ini mengucapkan rasa terima kasihku yang luar biasa kepada kakak. Good Luck kakak,,!!!!!!!Tetap semangat!!!!!

Ditambah lagi contohnya:
Dear kakak OSIS
apa kabar kak??
      semoga dalam keadaan sehat selalu dalam membimbing aku MOS. Namaku Faiz, adek kelasmu yang berkulit item, walaupun item tapi tetep manis dan ganteng lho kak… hehehe :-)
kalau aku dah dewasa nanti, dah nggak bau kencur gitu… kakak pasti akan terpikat dengan aku… hihihi
      kakak yang cantik dan baik hati aku kagum dengan semangat kakak dalam membimbing aku melewati hari-hari MOS ini, tak kenal lelah walaupun keringat dah berjatuhan, hebat banget! aku ingin seperti kakak semangat dalam mengemban tugas.
       selain itu kakak juga selalu tersenyum ramah dan nggak terlalu galak, itu bikin aku gembira dan slow ikut kegiatan MOS ini. jadi nggak bikin ketakutan…
       kakak yang manis imut-imut aku buat surat ini untuk mengucapkan rasa terima kasihku yang luar biasa banyaknya kepada kakak. untuk selanjutnya aku berharap kakak bisa jadi kakak yang baik untukku, begitupun aku akan jadi adek yang baik untuk kakak.

Contoh Surat Cinta Untuk Kakak OSIS Untuk Kakak OSIS yang baik hati,
Apa kabar, Kak? Aku harap sih Kakak saat ini sedang baik kesehatannya agar bisa membaca surat ku ini hingga selesai.
Kak, namaku (….). Aku menulis surat ini bukan hanya karena tugas semata tapi juga sebagai rasa dan ungkapan terimakasihku kepada Kakak.
Selama mengikuti kegiatan MOS di sekolah ini, aku memang terkadang merasa lelah dan suntuk. Tapi, sikah ramah dari Kakak setidaknya bisa mengurangi rasa lelah dan suntuk itu. Ditambah senyuman Kakak yang bisa memberikan spirit bagiku.
Di sisi lain, sikap tegas dan disiplin Kakak tidak membuat saya tegang, gentar atau takut. Tapi, malah menjadikan semangat kembali membara agar bisa menjadi murid yang sebaik mungkin.
“Jangan menyayangi seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Sayangilah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya.”
Sekian surat pendek dari saya. Maaf kalau kata-kata dan tulisan saya jelek dan kurang berkenan di hati ya, Kak.
Salam,

Contoh Surat Cinta Untuk Kakak Kelas
Kepada yang kukagumi,
N
Entah luapan rasa apa yang harus kutulis di secarik kertas ini
Diriku tak bisa menuangkannya walaupun hanya setetes rasa hati
Tiada yang bisa mewakili diri yang sedang gundah dengan cinta ini
Jujur.. saat ku pertama melihatmu, aku tertarik dan terpesona denganmu
Kulihat pandangan pertama betapa indah dirimu dan cantik rupamu
Semua perasaan dihati ini terjadi karena begitu indahnya kau dimataku
Tapi entahlah tiba-tiba muncul dihatiku apakah pantas aku mendampingimu.
Kau bagaikan bidadari jelita dengan lirik mata yang penuh arti
Sedangkan aku hanya pria biasa yang hanya mampu tuk mengagumimu
Tapi saat ini kuberanikan diri tuk meluapkan isi hati ini
Aku nyatakan bahwa aku mencintaimu
Dan terserah apa katamu
Yang pasti ku menyayangimu
Kuharap kau membalas sepucuk suratku ini
Dengan berita yang menyejukan hati
Dapat menjawab semua gelisah hati selama ini
Kutunggu jawabanmu.. wahai kekasih hati..
Yang selalu mengagumimu,
A

Surat Cinta untuk Adik kelas
Salam sayang Dinda Z,
Aku harap Kau sedang gembira saat ini. Tidak seperti kemarin, kulihat Kau seperti sedang sedih. Kalau Kau gembira, aku yakin surat ini dapat Kau baca dengan hati yang lapang pula.
Dewi, aku ingin mengatakan sebuah kejujuran kepadamu. Aku menaruh hati padamu, Wi. Sudah lama. Kalau dihitung-hitung, sejak kita jadi teman sekelas lah awal mulanya.
Aku tidak bohong, Wi. Mungkin Kau tidak sadar. Akan tetapi, aku selalu memperhatikanmu secara diam-diam. Aku takut Kau sudah punya pacar. Tapi, setelah sekian lama aku perhatikan, Kau sepertinya tidap punya pacar. Karen itulah aku kirim surat ini kepadamu.
Wi, sampai saat ini aku belum pernah punya pacar. Aku juga belum pernah mengutarakan perasaanku pada cewek yang lain. Ini adalah yang pertama buatku. Makanya, aku merasa perlu untuk mengumpulkan keberanian untuk sekian lama sejak kali pertama hatiku tunduk padamu.
Dewi, aku ingin menjadi pacarmu. Aku harap Kau bersedia menerimaku. Aku janji akan menjadi cowok yang setia bagimu.
Aku tahu Kau tentu butuh waktu untuk menimbang-nimbang perasaanmu. Aku akan mennati jawabmu seminggu atau dua minggu. Kalau sebulan lagi atau lebih, aku takut tak kuasa lagi menahan diri untuk mencurahkan perasaan tulusku padamu.
Tolong balas surat ini, Wi. Apa pun jawaban yang akan Kau berikan.
Dari yang menyayangimu,
Y

Contoh surat yang lain bisa dilihat disini

Kata-kata faza

Hello
Sekarang ada dimana sekarang ada dimana Bunda sekarang ada dimana

Halo bisa denger enggak
Iya itu kembarannya Azka gambarnya Bunda

Memang asking gambarnya seperti apa gambarnya dikasih judul apa

Internetnya lambat ya jadi Ini downloadnya lama download gambar yang dikirim Bunda ini lho Bunda masih di situ mandi lagi

Halo bulan 11 ngapain flashdisk ini ditulis oleh komputer menjadi 11 0856 kosong empat kosong

Bule bersih-bersih di sini tiap hari. Di di rumahku sana nggak ada yang bersih bersih gak boleh gitu ya Aku pingin ada yang cepat

Nggak ada ada gak Iya nggak ada ya cepat aku aku nulis jauh malah ditulis cepat barangnya buanyak berisik mungkin jadi ini 

Belajar menulis menulis huruf f YouTube game artis menulis huruf besar terus menulis huruf kecil Ya itu kan gamenya anak-anak sebelum PAUD

Oh kalau huruf g disebelahnya ada gambar gajah Kitty aku ngomong gajah Nggak pakai CD tetapi terus ini ada sakit

Ketika mau nulis ketika mau nulis huruf dikasih gambar hiu  kalo bener ada yang teriak

Permainan apa

Kata-kata dari Azka

Indonesia Indonesia itu tadi Ibu Kita Kartini Ibu Kita Kartini
Ibu kita Kartini putri sejati Putri Indonesia Harum namanya Wahai ibu kita Kartini pendekar untuk merdeka bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla Buka Titik Joss One and one I love my mother my father I love you and i love free body Let It Go let it go can't hold it back anymore Let it go let it go lagu halo halo halo halo Alhamdulillah Bersyukur padamu ya Allah Bismillahirrahmanirrahim Raja Rasa pipi Hamdi rapi kawa star of fire in Yahoo karena tahu apa-apa Raja Rasa
Yahoo kira-kira star of fire IV karena tahu apa-apa cara-cara saya kira kira karena tahu apa-apa cara Saya kira kira karena tahu apa-apa

Bermain bersama, tak peduli warna kulit

Kami Berbeda, tetapi Kami Rukun

Matahari belum tinggi ketika Edo, Dayu, dan teman-temannya bermain di halaman sekolah. Ada yang bermain lompat karet; ada yang bermain petak jongkok; ada yang bermain congklak di selasar kelas; dan sebagian lagi ikut dalam permainan Rangku Alu. Edo, Dayu, Siti, Udin, dan Beni memilih ikut permainan Rangku Alu bersama beberapa teman lain. Mereka memang lebih suka dengan permainan olah tubuh di luar ruangan.


Baru beberapa hari yang lalu, teman baru mereka, Yanes yang memperkenalkan permainan ini. Yanes berasal dari Alor, Nusa Tenggara Timur. Permainan yang menggunakan tongkat bambu ini adalah permainan anak yang digemari di sana.

Edo, Dayu, dan teman-teman di SD Nusantara senang sekali mengenal permainan baru ini. Seru dan menantang! Anak-anak di SD Nusantara justru gembira menyambutnya. Perbedaan warna kulit, adat, kebiasaan, atau bahasa tidak mereka anggap sebagai masalah. Semua akrab bermain bersama.

Pernah sekali waktu, ketika Edo bercanda akrab dengan Siti dan Dayu, Hendra berkomentar :

“Ih, Dayu, mau-maunya kamu bermain dengan Edo yang berkulit hitam. Nanti kulitmu yang putih tertular hitam, lho!” ejeknya.

“Ah, aku tak pernah pusing dengan warna kulit, tak pernah pusing dengan asal daerah. Aku dan Siti pun berbeda. Aku anak Bali, Siti anak Sumatra, tetapi kami saling memahami. Pertemanan hanya butuh waktu untuk saling menyesuaikan. Aku pun butuh waktu untuk menyesuaikan diri denganmu, Hendra.” balas Dayu tenang.

Hendra pun terdiam. Sesungguhnya, ia juga tak pernah mengalami masalah dengan temannya yang berbeda asal.

Begitulah, di SD Nusantara. Rukun, walau berbeda. Bermain bersama, tak peduli warna kulit. Semakin kaya karena mengenal adat dan bahasa daerah lain. Semakin kaya dengan bermain bersama aneka permainan tradisional. Rangku Alu, Benthik, Gobak Sodor, atau Cingciripit menjadi perekat yang menyenangkan.

Disalin dari Buku Tema 2 SD Kelas 6 

Ajine sariro ono ing busono + ajining diri soko lathi

Nur Widodo
penuh cinta , bersama Adinata Bintang AF dan Suparmi di Perum. Swan Menganti Park Residen

Ajine sariro ono ing busono, Yen ono pemimpinbowo, gek busonone kaosan, dan levisan...kiro2 pantas ora cak?

Nur Widodo
Pepatah ajining diri soko lathi terjemahannya adalah harga diri seseorang ditentukan oleh tutur katanya (Lathi=lidah). Kebanyakan orang menilai orang lain lewat perkataan yang dikeluarkan dari mulutnya. Anggapan bahwalidah lebih tajam daripada pedang bisa dibilang benar. Karena lidah dapat menyakiti seseorang lebih kejam daripada pedang. Kembali ke topik tutur kata, jika kita sering berkata kasar maka orang lain akan mengenal kita sebagai pribadi yang kasar. Jika tutur kata kita halus, baik, dan sopan maka orang lain akan menilai kita sebagai pribadi yang santun dan ramah. Pepatah ajining diri soko lathi mengajarkan kita untuk selalu menjaga setiap tutur kata kita. Jadi betapa besar dan pentingnya pengaruh ucapan kita terhadap kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Dan pepatah ajining rogo soko busono memiliki arti penampilan seseorang ditentukan dari cara berpakaiannya. Penampilan dapat menunjukan karakter kita di mata orang lain. Jika kita melihat ada orang yang berpenampilan rapi maka kita beranggapan bahwa orang itu mencintai kebersihan dan kerapian, dan sebaliknya saat kita melihat ada orang yang berpakaian kusut dan berpenampilan kotor kita akan menilainya sebagai karakter yang kotor, malas, dan jorok. Pakaian juga dapat menunjukkan status sosial kita di masyarakat, dan bahkan secara tidak sadar pakaian di masyarakat dapat menimbulkan persepsi seseorang terhadap kita. Contoh : seseorang berpakaian compang-camping = pengemis, seseorang berpakaian kemeja rapi, berdasi, dan berjas = orang kerja. Pepatah ini mengajarkan kita bahwa kita harus memperhatikan cara berpakaian kita di masyarakat.

Dapat disimpulkan bahwa pepatah ajining diri soko lathi, ajining rogo soko busono memberi pelajaran bagi kita untuk dapat menilai diri sendiri dn orang lain dengan memperhatikan setiap detail yang ada. Dan agar kita dapat diterima di masyarakat sebagai pribadi yang baik itu memang tidak mudah. Karena sering kali sesuatu yang kita anggap benar bisa saja salah di mata orang lain, dan yang orang lain anggap benar bisa saja kita beranggapan itu salah. Namun semua itu tergantung dari pribadi masing-masing.

Nur Widodo
Tnx jempolnya

Mario Mariyuhana
Dan memang pepatah jowo iku benar2 terbukti di kehidupan kita sehari hari..dan kalau kita tidak bsa bertutur kata yg baik&sopan di anjurkan untuk Diam..Sepurane nek ono salah e.Suwon.

Afandi Kusuma
Mario Mariyuhana, itu ada di catatan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.



Afandi Kusuma
Nur Widodo, yang senada dengan itu, ada dalam Shahih Bukhari, hadits no.10, Muslim hadits no. 65 dan Muslim, no. 64.


Afandi Kusuma
Al Quran pendekatannya, bahwa setiap ucapan kita dicatat oleh malaikat (selalu ada yang mengawasi) (QS. Qaf :18)


Afandi Kusuma
Nur Widodo, tulisannya bagus, boleh ya, dicopy ke blog

Nur Widodo
Afandi Kusuma

Okey

Pengertian kata-kata dalam ilmu pengetahuan sosial

A
AFNEI : Allied Forces Nedeland East Indie adalah divisi yang bertugas menerima penyerahan Indonesia dari Jepang. Pasukan ini di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison.
Alluvial : Jenis Tanah yang diendapkan dibagian permukaan bumi yang lebih rendah sebagai hasil erosi
Amerigo Vespucci : nama orang Italia yang menemukan Benua Amerika
APRA : tentara pemberontak yang ingin menghancurkan NKRI. APRA dipimpin oleh Raymon Westerling
ASEAN : Association 0f South East Asian Nations, Organisasi kerja sama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya negara-negara Asia Tenggara.
ATM : (Automatic Teller Machine): mesin layanan pengambilan dan pemindahan uang.
Aztec : nama suku bangsa Indian di Amerka Latin.
B
B F O : Bijeenkomst Federal Overleg adalah negara-negara bagian dalam RIS.
Bandar Udara : Tempat bersinggahnya pesawat terbang sebelum terbang dan setelah mendarat.
Barter : pertukaran arang dengan barang.
Bentang Alam : Kenampakan permukaan bumi secara alamiah.
Bentang Budaya : Kenampakan pemukaan bumi yang berupa hasil budidaya manusia.
Benua hitam : Sebutan bagi Afrika karena penduduk aslinya berkulit hitam.
Benua : daratan yang luas dikelilingi oleh wilayah perairan.
Budaya : hasil pikir manusia yang memiliki nilai positif bagi kehi-dupan manusia.
C
Commonwealth : Negara-negara persemakmuran yang dulu merupakan bekas jajahan Inggris.
D

Contoh Kesimpulan dan Saran Hasil Wawancara promosi kerja

Kesimpulan - Dinamika Kepribadian


Dari hasil wawancara dengan klien yang bernama A  pada hari rabu,  Desember 2009 yang dilakukan selama 45 menit dapat diungkap dalam tiga aspek yaitu aspek inteligensi, aspek sikap kerja dan aspek kepribadian. Dalam aspek intelegensi saudara A  termasuk orang yang memiliki tingkat intelegensi rata-rata atas. Pada aspek sikap kerja ia tergolong orang yang pekerja keras dalam bekerja.  Dan dalam hal berkomunikasi dan bersosialisasi dengan rekan kerjanya mulai dari teman sejawat, serta bawahannya termasuk baik sekali, namun pada atasannya yang sekarang termasuk baik. Jiwa kepemimpinannya sangat bagus, hal ini dapat terlihat karena dalam keluarganya ia dituntut untuk memimpin adik-adiknya supaya menjadi orang yang baik, tegas dan sukses serta terlihat dari ketekunan ia untuk melatih dan membimbing karyawan bawahannya supaya jangan sampai melakukan kesalahan pada saat bekerja, karena kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya juga menjadi tanggung jawab kinerjanya terhadap perusahaan. Dalam hal berpenampilan saat bekerja, ia berpakaian rapi dan sesuai dengan peraturan perusahaannya saat ini.
Dalam aspek yang terakhir, yaitu kepribadian pada saudara A termasuk pada tipe kepribadian yang menarik, baik, pintar membaca situasi yang akan dihadapi, tegas dan mudah mengambil keputusan, taat pada agama, ulet, pandai bergaul, sayang keluarga atau pasangan dan yang terpenting mempunyai jiwa kepemimpinan yang bagus sekali dalam mengatur organisasi, kinerja karyawan atau perusahaan nantinya. Tetapi dalam hal berpikir untuk memecahkan masalah ia sering menggunakan logika dan kurang memakai perasaannya sehingga lebih kurang banyak orang yang tersinggung dengan pemikiran serta perkataannya selama ini Dalam hal berkomunikasi secara verbal maupun non verbal kepada saya ia termasuk kategori yang bagus, karena ia dapat menyampaikan pesan secara jelas dan tepat saat wawancara berlangsung.

Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan bahwa saudara bernama A  disarankan untuk DIPROMOSIKAN sebagai MANAGER MARKETING di perusahaan ini. Hal ini dikarenakan saudara Arin telah memenuhi persyaratan dan memiliki kriteria-kriteria untuk bekerja sebagai Manager Marketing dan dapat terlihat dari aspek intelegensi, sikap kerja atau jiwa kepemimpinannya yang bagus, serta kepribadian yang dimilikinya termasuk kriteria yang baik, terutama dalam hal penampilan, intelegensi, pengetahuan, dan prestasi dalam kategori baik sehingga mendukung keberhasilan kinerjanya di perusahaan nantinya.

Transkip wawancara
Pembukaan
Aspek Inteligensi
Aspek Sikap Kerja
Aspek Kepribadian
Penutup



Praktikum wawancara promosi kerja Aspek Kepribadian

Aspek Kepribadian


T: Sikap apa yang Anda lakukan jika bawahan Anda tidak dapat memenuhi target kerja dan mengecewakan diri Anda?
J: Pertama yang pasti saya akan bertanya dengan bawahan saya, apa yang menyebabkan dia tidak dapat memenuhi target,  apakah mungkin dia ada masalah atau tidak, atau bahkan kemampuan dia yang sebenarnya tidak berada di bidang itu, tapi dibidang lain. Jadi yang saya harus lakukan adalah menempatkan dia diposisi yang tepat dengan kemampuannya dan mencari pengganti dia yang sama dengan kemampuannya.
T: Bisa diceritakan tentang kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki?
J: Kelebihan yang saya miliki adalah saya memiliki jiwa kepemimpinan yang besar dalam suatu organisasi, saya mempunyai pemikiran yang luas mengenai berbagai pengetahuan khususnya dalam menghadapi masalah, apalagi kan dalam keluarga saya kan anak pertama jadi saya dituntut untuk menjadi contoh yang baik untuk adek-adek saya serta membimbingnya supaya menjadi orang yang sukses nantinya, cepat mengambil keputusan, mudah bergaul, tegas, ulet, taat terhadap agama khususnya ALLAH SWT dan sayang terhadap keluarga khususnya pada pasangan nantinya… hehehe… (tertawa) tapi kalau kekurangan, saya terlalu berpikir menggunakan logika dan kurang memakai perasaan sehingga lebih kurang banyak orang yang tersinggung dengan pemikiran serta perkataan saya.
T: Ceritakaan tentang seberapa besar Anda dapat mengembangkan diri?
J: Saya dapat mengembangkan diri saya dengan baik, apabila dari diri saya sendiri mempunyai kemampuan yang kuat, ditambah motivasi serta dukungan dari keluarga maupun rekan-rekan saya.
T: Tolong gambarkan mengenai diri Anda
  dalam 5 tahun kedepan?
J: Saya akan menjadi sarjana Farmasi dan mengelolah apotek ya mungkin bekerjasama dengan tante saya yang bekerja dibidang farmasi juga
T: Bagaimana teman atau rekan kerja Anda menggambarkan kepribadian Anda?
 atau menjadi pengusaha sukses, dan pastinya saya sudah berkeluarga, amin…
J: Kata rekan kerja saya ini termasuk orang yang tegas dan cepat dalam mengambil keputusan, saya juga menjadi teman yang baik bagi mereka apabila teman-teman saya mengalami masalah sebisa mungkin akan saya bantu dengan sekuat tenaga saya.. (tersenyum…)
 T: Apa yang disukai teman mengenai Anda?
J: Sikap saya yang tegas sehingga banyak teman yang menginginkan saya untuk menjadi pemimpin di organisasi kampus…
T: Pekerjaan seperti apa yang paling Anda inginkan ?
J: Ya bekerja sebagai Manager Marketing di perusahaan ini  dan saya yakin bahwa saya mampu mengelolah perusahaan ini beserta kinerja karyawannya dengan sebaik mungkin


Contoh kata pengantar (disalin dari buku sekolah)

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas bimbingan dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan buku ini. Buku ini diperuntukkan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Jilid 1 Kelas X.

Secara garis besar, buku ini membahas batasan dan pengertian sejarah sebagai ilmu, seni, kisah, dan historiografi; metode-metode ilmiah dalam penelitian sejarah; tradisi kesejarahan masyarakat Indonesia sebelum dan setelah mengenal sistem aksara; kehidupan awal masyarakat Indonesia. Di samping itu, disisipkan pula materi suplemen, yakni peradaban kuno Asia, Afrika, Eropa, dan Mesoamerika.

Pada setiap bab dalam buku ini, disisipkan kotak Info Sejarah guna menunjang materi yang tengah dibahas. Untuk menguji pemahaman siswa akan materi yang telah dikupas, pada akhir setiap subbab disajikan kolom Kegiatan yang dapat dilakukan secara per seorangan maupun kelompok. Ada pula pada akhir setiap bab disajikan Soal-Soal Evalusi, terdiri atas 20 soal pilihan ganda dan 10 soal esai.

Kami berharap buku ini dapat bermanfaat bagi guru dan siswa, dan bersama-sama ikut serta meningkatkan mutu pendidikan dan menyukseskan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Kritik dan saran merupakan hal yang ditunggu oleh kami untuk memperbaiki isi buku ini.

Penyusun


Contoh Kata Pengantar (dari buku sekolah Bahasa Indonesia)

Contoh Kata Pengantar (dari buku sekolah Bahasa Indonesia)

by Belajar Berbagi
Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang telah berkenan menganugerahkan kesempatan sehingga buku Bahasa Indonesia Tingkat Semenjana untuk SMK Kelas X dapat diselesaikan oleh penulis. Buku ini disusun untuk memudahkan siswa dalam memahami empat aspek keterampilan berbahasa yang meliputi aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Penulisan buku ini menggunakan Standar Isi 2006 sebagai acuan dan [...]
Baca tulisan ini lebih lanjut
Belajar Berbagi | 2012/09/23 pada 14:40 | Tag: Bahasa Indonesia, Pendidikan | Categories: Bahasa Indonesia, Pendidikan |
Komentar    See all comments

Contoh Kata Pengantar (dari buku Sekolah Akuntansi)

Akuntansi adalah sebuah disiplin yang terus berkembang. Baik dalam tataran akademis maupun praktis. Perkembangan dalam tataran praktis terutama dipicu oleh perkembangan dunia bisnis yang—dalam era kesejagadan yang didukung oleh perkembanganteknologi informasi—terus berubah dengan kecepatan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu saja berpengaruh pula terhadap praktik-praktik akuntansi.

Pada situasi seperti ini lulusan sekolah kejuruan—termasuk dari program studi akuntansi—dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai agar dapat bersaing dalam pasar kerja yang relevan. Oleh karena itulah diharapkan buku ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kompetensi yang dimaksud. Manfaat buku ini diharapkan tidak hanya akan diperoleh para siswa, namun juga bagi para guru dan staf pengajarnya, maupun bagi masyarakat yang berminat pada bidang akuntansi pada umumnya. Pengalaman Penulis sebagai praktisi pada DU/DI serta akademisi di bidang akuntansi dan pajak diharapkan pula akan dapat sedikit mewarnai buku ini.

Kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya buku ini penulis menyampaikan rasa terimakasih kepada:

1. Dr. Joko Soetrisno, MM, Direktur Pembinaan SMK DEPDIKNAS.
2. Dr. Rosidi, MM.,Ak, Rektor Universitas Gajayana Malang.
3. Drs. Agus Sambodo, SH, BKP, Konsultan Pajak dan Dosen Universitas Gajayana Malang.
4. Drs. Ahmad Dahlan, MSA., Ak., BKP., Konsultan Pajak dan Dosen Universitas Gajayana Malang.
5. Ima, serta semua staf dan karyawan Cipta Jasatama Management & Tax Consultants Malang.

Akhirnya, masukan berupa kritik dan saran amat diharapkan agar dapat terus menyempurnakan karya yang penuh kelemahan ini. Semoga Allah SWT meridhai amal kita semua.

Penulis


Wiremesh murah hubungi Afandi - 081233336118. - Ada juga besi beton murah.

Jasa Pembuatan Pagar, Kanopi (+Renovasi)
WA ke 081233336118