Harga relatif, sebagai salah satu atribut produk

Harga Relatif
Harga relatif, sebagai salah satu atribut produk, amat berguna dan pervasif sehingga cukup beralasan untuk dibahas secara terpisah. Dalam beberapa kelas produk terdapat lima tingkat harga yang berkembang dengan baik. Evaluasi terhadap suatu merek di sebagian kelas produk ini akan diawali dengan menentukan dimana posisi merek tersebut dalam satu atau dua tingkat harga ini. Posisioning yang dikaitkan dengan harga relatif bisa kompleks. Merek biasanya perlu berada di satu kategori harga. Maka dari itu tugas selanjutnya adalah memposisikan agar tawarannya berjauhan dari merek-merek lain pada tingkat harga yang sama. Salah satu caranya adalah mengaitkan tawarannya pada tingkat harga yang lebih tinggi. Menaikkan tingkatan merek untuk melakukan posisioning melawan merek-merek dengan harga relatif yang lebih tinggi merupakan cara yang berbahaya.

Segmen utama (premium segment) memang menggiurkan di banyak pasar karena seringkali mewakili suatu wilayah dengan pertumbuhan tinggi dan margin laba yang tinggi. Untuk menjadi bagian dari kategori utama, sebuah merek harus menawarkan suatu aspek yang dipercaya unggul dalam soal kualitas, atau sungguh-sungguh bisa memberikan jaminan harga optimum. Salah satu sarana dalam membantu mewujudkan posisioning tersebut adalah sebuah merek yang mempunyai konotasi “utama”. Adalah sulit untuk melancarkan usaha-usaha untuk mengangkat sebuah merek. Nama merek itu sendiri berarti harga yang relatif lebih rendah. Jadi, persoalannya dalam hal ini adalah status dan kualitas utama yang jauh lebih sulit untuk diraih. Jauh lebih mudah untuk menurunkan sebuah merek daripada membuatnya naik. Namun, bergerak turun, mengundang resiko rusaknya asosiasi kualitas yang sudah ada.


  

Morfologi Dasar Laut

 Seperti halnya bentuk muka bumi di daratan yang beraneka ragam, bentuk muka bumi di lautan juga beragam. Bedanya bentuk muka bumi di lautan tidak seruncing dan sekasar relatif di daratan. Keadaan ini akibat dari erosi dan pengupasan olah arus laut. Bentuk-bentuk muka bumi di lautan adalah sebagai berikut :
1.
Landas kontinen (continental shelf), yaitu wilayah laut yang dangkal di sepanjang pantai dengan kedalaman kurang dari 200 meter, dengan kemiringan kira-kira 8,4 %.
Landas kontinen merupakan, dasar laut dangkal di sepanjang pantai dan menjadi bagian dari daratan. Contohnya Landas Kontinental Benua Eropa Barat sepanjang 250 km ke arah barat. Dangkalan sahul yang merupakan bagian dari benua Australia dan Pulau Irian, landas kontinen dari Siberia ke arah laut Artetik sejauh 100 km, dan Dangkalan Sunda yang merupakan bagian dari Benua Asia yang terletak antara Pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra.
2.
Lereng benua (continental slope), merupakan kelanjutan dari continental shelf dengan kemiringan antara 4 % sampai 6 %. Kedalaman lereng benua lebih dari 200 meter.
3.
Dasar Samudra (ocean floor), meliputi:
a.
Deep Sea Plain, yaitu dataran dasar laut dalam dengan kedalaman lebih dari 1000 meter.
b.
The Deep, yaitu dasar laut yang terdalam yang berbentuk palung laut (trog).
Pada ocean floor terdapat relief bentukan antara lain:
1.
Gunung laut, yaitu gunung yang kakinya di dasar laut sedangkan badan puncaknya muncul ke atas permukaan laut dan merupakan sebuah pulau. Contoh: gunung Krakatau.
2.
Seamount, yaitu gunung di dasar laut dengan lereng yang curam dan berpuncak runcing serta kemungkinan mempunya tinggi sampai 1 km atau lebih tetapi tidak sampai kepermukaan laut. Contoh: St. Helena, Azores da Ascension di laut Atlantik.
3.
Guyot, yaitu gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik.
4.
Punggung laut (ridge), yaitu punggung pegunungan yang ada di dasar laut. Contoh: punggung laut Sibolga.
5.
Ambang laut (drempel), yaitu pegunungan di dasar laut yang terletak diantara dua laut dalam. Contoh: ambang laut sulu, ambang laut sulawesi.
6.
Lubuk laut (basin), yaitu dasar laut yang bentuknya bulat cekung yang terjadi karena ingresi. Contoh: lubuk laut sulu, lubuk laut sulawesi.
7.
Palung laut (trog), yaitu lembah yang dalam dan memanjang di dasar laut terjadi karena ingresi. Contoh: Palung Sunda, Palung Mindanao, Palung Mariana.

Selengkapnya tentang LAUT DAN PESISIR

  

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis.

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap – mental – emosional – sportivitas – spiritual – sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat.

Pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk jenjang SMP/MTs diajarkan beberapa materi yang meliputi sebagai berikut.
1. Permainan dan olahraga meliputi olahraga bola besar dan kecil, atletik, dan bela diri.
2. Aktivitas kebugaran jasmani, senam lantai dan senam irama.
3. Aktivitas air, seperti renang.
4. Kegiatan di alam terbuka, seperti penjelajahan di alam bebas, berkemah. 5. Budaya hidup sehat, seperti pola makanan sehat, penyakit menular, dan beberapa bentuk bencana alam.

Pembelajaran materi dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tersebut diberikan kepada peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran seperti eksploratif (untuk materi kegiatan alam terbuka/penjelajahan), kooperatif (untuk materi praktik permainan dan olahraga, aktivitas kebugaran jasmani, serta aktivitas air bersama temanteman), dan pembiasaan (untuk materi budaya hidup sehat). Selain metode pembelajaran, pendidik juga dapat melakukan dengan metode lain, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, interaktif, dan inkuiri.

Akhirnya, dengan peserta didik mempelajari mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan maka peserta didik akan memiliki kemampuan mengembangkan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat; meningkatkan pertumbuhan fisik, pengembangan psikis yang lebih baik, kemampuan dan keterampilan gerak dasar; mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja sama, percaya diri dan demokratis; serta mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

Daftar Pustaka untuk Globalisasi dan Geografi

Berikut sebagian pustaka untuk acuan belajar, disalin dari buku sekolah.

Adiyuwono, 1995. Teknik Membaca peta dan kompas. Bandung: Angkasa.
Badan Penerbit Pekerjaan Umum, 1983. Pedoman Pembuatan Bendungan Pengendali. Jakarta: PU.
Dede, Sugandi, 2006. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Geografi. Bandung.
Dewi, Nurmala, 1997. Geografi untuk SMU. Bandung: Penerbit Maulana.
Efendi, Supli. 2000. Pengendalian Erosi Tanah. Jakarta: Bumi Aksara.
Hartanto, Anton, 2001. Sistem Infomasi Geografi dengan Menggunakan Mapa
Info di Puslitbang Teknologi Pertambangan dan Mineral. Bandung. Laporan
Praktikum, Bandung: Jurusan Geografi FPIPS UPI.
Joko, Hadimulyo, 2006. Pendekatan Geografi dalam Pengembangan Wilayah. Bandung.
Darsiharjo. 1992. "Bentukan Asal Marin dan Aeolian". Bandung: Geografi IKIP Bandung.
Dosen PLSBT UPI, 2005. Pendidikan Lingkungan, Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung: Value Press.
Hartono, 2006. Pengembangan Pendidikan Survei dan Pemetaan Bidang
Pengelolaan Pesisir dan Organisasi Penginderaan Jauh/SIG dalam Era
Globalisasi Informasi. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Geografi. Bandung.
Ikatan Geografi Indonesia (IGI), 2006. Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Geografi. Bandung.
Inti Mulya Multi Kencana, 2006. JIS untuk PLK. Bandung.
Jamulya dan Woro, Suratman. 1993. Pengantar Ilmu Tanah. UGM.
Lawrance S. Hamilton, Feter N King, 1997. Daerah Aliran Sungai Hutang Tropia. Jogjakarta: Gajah Mada University Press.
Macmudin, Dadang, 1987. Biologi SMA. Bandung: Epsilon Grup
Mulyo, Agung, 2004. Pengantar Ilmu Kebumian, Pengetahuan Geologi untuk Pemula. Bandung: Pustaka Setia.
Posya, Kanwil, Gurniwan, 2002. Geografi (Pemahaman Konsep dan Metodologi). Bandung: Buana Nusantara.
Purwadi, 2001. Interprevasi Citra Digital. Jakarta: Gramedia Widyasarana.

Pusat Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan, 1999. Informasi Teknik
Rehabilitasi dan Konservasi tanah. Jakarta: Departemen Kehutanan dan Perkebunan.
Puslitbang Sumber Daya Air, 2006. Pengelolaan Lingkungan. Bandung.
Rahim Efendi, Suti, 2000. Pengendalian Erosi Tanah (Dalam rangka melestarikan lingkungan Hidup). Bandung: Bumi Aksara.
Robert W. MIller. 1997. Urban Forestry. New Jersey: Prentice Hall.
Sanusi, Bachrawi. 1984. Mengenal Hasil Tambang Indonesia, Jakarata, Bina aksara.
Setiawan, Iwan dan Malik, Yakub. 2005. "Kerusakan Alam dan Bencana
Lingkungan", Jurnal Geografi Vol. 5, No. 2. Bandung: UPI.
Soemarwoto, Otto, 1997. Ekologi, Lingkungan Hidup Pembangunan, Jakarta: Djambatan.
Soegeng Sarjadi Syindicated, 2001. Potensi Masa Republik Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Supardi, Imam, 1994. Lingkkungan Hidup. Bandung: Alumni
Sumaatmadja, Nursid, 1996. Manusia Dalam Konteks Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.
Suyono Sosrodarsono, Masayashi Takasihi, 1983. Pengukuran Topografi dan
Teknik Pemetaan. Jakarta: Jambatan. _______, 2002. Gambaran Umum dan Perspektif Pengelolaan Sungai di Indonesia.
Bandung: Puslitbang KIM PRASWIL.
Pulonin, Hicholas. 1990. Pengantar Geogafi Tumbuhan. Jogjakarta: UGM Press. _______, 2004. Undang-Undang Otonomi Daerah. Bandung: Citra Umbara.
www.wikipedia Indonesia. Ilmu Geografi dan Biologi.
Yani, Ahmad. 2005. "Kebutuhan Basis Data Untuk Aplikasi Sistem Informasi Geografi dalam Era Otonomi Daerah", Jurnal GEA Vol. 5 No. 2.
Zen, Mt, T. 1984. Sumber Daya Dan Indutri Mineral , Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
Sumber gambar: Ensiklopedia Iptek, Ensiklopedia Umum untuk Pelajar, Kamus
Visual, Atlas, Mengenal Ilmu Pengetahuan, Harian Kompas, Harian Pikiran Rakyat.

Mendaur Ulang Kertas (Praktek)

Sedikitnya 250.000 pohon di bumi ini tiap hari ditebang untuk membuat kertas koran, belum terhitung yang lainnya untuk membuat buku, rumah, tusuk gigi, dan batang korek api. Padahal untuk tumbuh besar, setiap pohon memerlukan waktu sekitar 10 tahun.
Untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran, sebaiknya kita tidak menghamburkan kertas dan kayu supaya hutan yang ditebang pun berkurang, lalu kertas-kertas bekas yang ada kita olah dan didaur ulang menjadi kertas lagi.

A. Tujuan:
Pemanfaatan limbah kertas, menambah keterampilan

B. Alat dan Bahan:
1. kertas bekas (koran, majalah) kira-kira 50 gram,
2. blender/alat penghancur lainnya,
3. ayakan/kassa berbentuk segi empat,

SELENGKAPNYA....

Ilmu lingkungan mempelajari hubungan antarmakhluk hidup atau biotis

1. Ilmu lingkungan mempelajari hubungan antarmakhluk hidup atau biotis, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan beserta segala sesuatu dengan yang berada di sekitanya baik unsur fisik, seperti : batu-batuan, air, udara, angin, dan sebagainya, yang membentuk suatu kesatuan atau sistem (ekosistem) serta hubungannya yang bersifat timbal balik.

2. Pembagian jenis lingkungan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu lingkungan biotik dan nonbiotik.

3. Di bawah ini terdapat contoh dari maraknya kerusakan lingkungan dan bencana yang diakibatkannya, seperti: Perubahan keragaman jenis (biodiversitas), kerusakan hutan, erosi dan sedimentasi, hujan asam.

4. Pemanfaatan lingkungan yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui bidang pertanian, pariwisata, industri dan pertambangan.

5. Contoh upaya penanganan dalam pengendalian DAS dapat dilakukan dengan cara seperti berikut.
1. Reboisasi atau penghijauan di sekitar hulu DAS, fungsinya ialah selain untuk mencegah terjadinya erosi juga dapat menyimpan air.
2. Penanganan pembuatan rumah disekitar bantaran sungai.
3. Tindakan tegas terhadap pelanggar sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Istilah-istilah dalam bidang Geografi

Aglomerasi : Kecenderunganpersebaran gejala geosfer yang mengelompokkan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah/tempat.
Antisiknal : Bagian litosfera yang terlipat ke atas.
Antroposfer : Komponen insaniah.
Atmosfer : Lapisan udara.
Barisfir : Lapisan inti bumi berupa bahan padat besi nikel terhadap bumi.
Batholit : Batuan beku yang terbentuk didalam dapur magma.
Benua : Daratan yang sangat luas, tidak terpengaruh oleh angin laut.
Biologi : Ilmu tentang keadaan dan sifat makhluk hidup.
Biosfer : Tumbuhan serta hewan.
Bom : Material/vulkanik padat yang berukuran besar.
Cockpitt : Plato yang tererosi dan berbentuk bukit/kubah.
Dangkalan : Dasar samudera yang dangkal atau dasar laut yang datar dan luas.
Dataran rendah : Daerah yang keadaanya nyaris datar atau mendekati datar.
Delta : Hasil erosi berupa lumpur, pasir, kerikil diendapkan di muara.
Efflata : Material-material padat hasil gunung meletus.
Efosit : Batuan beku luar, membeku di permukaan bumi.
Ekologi : Ilmu mengenai hubungan timbal balik antar makhluk hidup dengan kondisi alam sekitarnya (lingkunganya).
Ekstrusi magma : Magma yang kativitasnya telah mencapai ke permukaan bumi.
Erosi : Pengikisan.
Erupsi : Letusan gunung api.
Fauna : Dunia binatang
Flora : Dunia tumbuh-tumbuhan.
Geomorfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk-bentuk permukaan bumi.
Geologi : Ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan.
Geosfer : Lapisan bumi
Graben/slenk : Lembah yang berada di daerah pegunungan patahan.
Hidrosfer : Air.
Hidrografi : Ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survey serta pemetaan laut, danau, sungai.
Horst : Bagian litosfera yang posisinya lebih tinggi.
Hypabisal : Batuan beku korok terbentuk di dalam korok-korok atau pipa gunung api.
Kaldera : Runtuhnya bagian puncak gunung berapi, sehingga terbentuk kawah yang luas.
Klimatologi : Ilmu yang mempelajari tentang sebab terjadinya iklim.
Koma : Bola gas dan debu dikelilingi oleh awan gas hidrogen.
Komet : Sebuah bintang yang diliputi oleh kabut remang-remang yang makin hari makin panjang tampaknya dan kemudian menyerupai ekor bintang.
Korologi : Keruangan
Korok : Batuan yang terbentuk oleh intrusi.

Selengkapnya Istilah-istilah dalam bidang Geografi L-W
busana muslim busana muslim Blus terbaru
Memuat...

CV GMP: Penjual Depot air minum Isi Ulang

Komentar Teman-teman

dari GMP: Setting AMDK dan Filter

... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal

Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>
Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.

.


.
.
.














Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.

Desain dan Produksi Mode dan Busana

Teman Blog Ini