Belajar Bahan Bangunan di Teknik Sipil

Belajar mengkomunikasikan dan membuat gambar secara grafis dan mengkomunikasikan melalui norma dan standarisasi gambar teknik. Belajar memahami dan mengenal dasar-dasar ilmu bahan/material yang digunakan pada sistem membangun.

Pelajaran Gambar Teknik berisi tentang teori grafis dan aplikasinya ke dalam standar tulisan huruf dan angka, macam-macam garis, skala, botasi, symbol, proyeksi orthografi denah, tampak, potongan, konstruksi bayangan, situasi, tapak, penampang kontur, dan segi banyak melalui konstruksi sudut.
Ilmu Bahan Bangunan berisi pengetahuan tentang bahan dan teknologi material bangunan yang meliputi bahan dasar diantaranya, pasir, krikil, batu, bata, porland cemen, batako, kayu, besi/baja, alumunium, dan kaca. Selain bahan dasar diberikan pengetahuan tentang bahan rekayasa bangunan yang terdiri dari bahan rekayasa bangunan bawah yaitu semen clean set, geotekstil, sedangkan bahan rekayasa bangunan atas meliputi lantai, kusen pintu jendela, langit-langit/ceilling dan penutup.

Pengertian  dan ruang lingkup Ilmu Bahan Bangunan
Macam-macam bahan Agregat kasar (pasir, krikil, portland  cement)
Bahan pengisi; batu, bata, batako.
Kayu sebagai bahan bangunan
Bahan Besi/Baja sebagai komponen utama struktur bangunan
Bahan alumunium dan kaca
Clean Set Cement sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Geotekstil sebagai bahan rekayasa bangunan bawah
Lantai keramik, granit, marmer, sebagai bahan rekayasa bangunan
Kusen kayu, kusen alumunium sebagai bahan rekayasa bangunan
Asbes, Gypsum, Triplek, multiplek, sebagai bahan rekayasa langit¬langit (ceiling),

Daftar Buku / Buku Utama / Referensi :
-    Hart F, Henn W, and Sontag R Multi Storey Building In Steel. Granada Publishing. London.
-    Anonim. Persyaratan Umum Beton Bertulang di Indonesia (PUBI-1982) Pusat Penelitian dan  Pengembangan Pemukiman. Badan Penelitian dan Pengembangan PU, Bandung


Belajar MANAJEMEN KONSTRUKSI di Teknik Sipil

Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

Ditetapkannya NSPM dimaksudkan untuk memberikan panduan dan kemudahan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang pekerjaan konstruksi untuk melaksanakan kegiatan pembangunan prasarana dan sarana guna mempertahankan mutu pekerjaan atau bahkan dalam skala tertentu untuk menjaga kepentingan masyarakat agar tidak dirugikan akibat dampak pembangunan di bidang pekerjaan konstruksi (PU).

NSPM Kimpraswil terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok SNI sebanyak 13 bagian dan kelompok pedoman, petunjuk manual teknis sebanyak enam bagian yang keseluruhannya merupakan standar atau bagian dari norma, standar, pedoman dan manual dalam penyelenggaraan bidang pekerjaan umum. SNI disahkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sedang pedoman, petunjuk, manual teknis ditetapkan oleh instansi pengawasan pembangunan yaitu departemen Pekerjaan Umum.

Beberapa NSPM adalah:
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan gedung
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara keselamatan bangunan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Struktur Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air bersih.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Air Minum Perkotaan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Bendung, Bendungan, Sungai, Irigasi, Pantai.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Keselamatan Bangunan.
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara bangunan jembatan
− NSPM. Metode, Spesifikasi dan Tata Cara Lalulintas, lingkungan jalan, sanitasi dan persampahan

Peraturan Bangunan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Bangunan
Norma, Standar, Prosedur dan Manual (NSPM)

Teknik Sipil

Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Cabang-cabang ilmu teknik sipil dengan aplikasi, antara lain:

STRUKTUR, cabang yang mempelajari masalah struktural dari material yang digunakan untuk pembangunan. Beberapa pilihan jenis material bangunan diantaranya: baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

GEOTEKNIK, cabang yang mempelajari struktur dan sifat berbagai macam tanah dalam menopang suatu bangunan yang akan berdiri di atasnya. Cakupannya dapat berupa investigasi lapangan yang merupakan penyelidikan keadaan-keadaan tanah suatu daerah dan diperkuat dengan penye-lidikan laboratorium.

MANAJEMEN KONSTRUKSI, cabang yang mempelajari masalah dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan ekonomi, penjadwalan peker-jaan, pengembalian modal, biaya proyek, serta semua hal yang berkaitan dengan hukum dan perizinan bangunan hingga pengorganisasian pekerjaan di lapangan sehingga diharapkan bangunan tersebut selesai tepat waktu.

HIDROLOGI dan LINGKUNGAN, cabang yang mempelajari air dan lingkungan alam, pengendalian dan permasalahannya. Mencakup bidang ini antara lain cabang ilmu hidrologi air (berkenaan dengan cuaca, curah hujan, debit air sebuah sungai dsb), hidrolika (sifat material air, tekanan air, gaya dorong air, dsb) dan bangunan air seperti pelabuhan, dam, irigasi, waduk/bendungan, kanal hingga teknik penyehatan.

TRANSPORTASI, cabang yang mempelajari mengenai sistem transportasi dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Mencakup bidang ini antara lain konstruksi dan pengaturan jalan raya, konstruksi bandar udara, terminal, stasiun dan manajemennya.

INFORMATIKA TEKNIK SIPIL, cabang baru yang mempelajari penerapan teknologi komputer untuk perhitungan dan pemodelan sebuah sistem dalam proyek pembangunan atau penelitian bangunan. Mencakup bidang ini antara lain berupa pemodelan struktur bangunan (struktural dan material atau CAD), pemodelan pergerakan air tanah atau limbah, pemodelan lingkungan dengan Teknologi GIS (Geographic Information System).

Bidang Ilmu dalam Teknik Bangunan
Teknik Sipil
Arsitektur
Mekanikal, Elektrikal, dan Plambing (MEP)

Jenis pekerjaan konstruksi

Di Indonesia, jenis pekerjaan konstruksi disebutkan dalam undang-undang jasa konstruksi (UU no 18 tahun 1999), meliputi:

Pekerjaan arsitektural yang mencakup antara lain pengolahan bentuk dan massa bangunan gedung berdasarkan fungsi serta persyaratan yang diperlukan setiap pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan sipil yang mencakup antara lain pembangunan pelabuhan, bandar udara, jalan kereta api, pengamanan pantai, saluran irigasi atau kanal, bendungan, terowongan, struktural gedung, jalan, jembatan, reklamasi rawa, pekerjaan pemasangan perpipaan, pekerjaan pemboran, dan pembukaan lahan.

Pekerjaan mekanikal dan elektrikal merupakan pekerjaan pemasangan produk-produk rekayasa industri.
− Pekerjaan mekanikal mencakup antara lain pemasangan turbin, pendirian dan pemasangan instalasi pabrik, kelengkapan instalasi bangunan, pekerjaan pemasangan perpipaan air, .minyak dan gas.
− Pekerjaan elektrikal mencakup antara lain pembangunan jaringan transmisi dan distribusi kelistrikan, pemasangan instalasi kelistrikan, telekomunikasi beserta kelengkapannya.

Pekerjaan tata lingkungan mencakup antara lain: pekerjaan pengolahan dan penataan akhir bangunan maupun lingkungannya.

Ruang Lingkup Pekerjaan Bangunan
Lingkup Pekerjaan dan Proyek Bangunan
Jenis pekerjaan konstruksi

Pembersihan Badan Kapal.

Pembersihan Badan kapal dimulai setelah kapal diatas dock, adapun yang harus dibersihkan adalah yaitu
a. Jasad laut ( binatang laut / tumbuhan laut )
b. Cat lama
c. Hasil pengkaratan serta kotoran yang lain

1. Pembersihan Jasat laut ( binatang laut/ tumbuhan laut )
a. Dengan Cara Mekanis Yaitu dengan Sekrap baja atau kayu
b. Dengan menggunakan waterjet dengan menyemprotkan
c. Dengan electrolit cleaning : sepanjang lambung dipasang besi bulat
sebagai anoda, sedangkan badan kapal sebagai katode dan air laut sebagai
cairan elektrolitnya ( kapal tidak usah naik dock ) sehingga banyak hidrogen
bebas yang melepas dari badan kapal jasad laut takut terlepas.

2. Pembersihan Hasil Pengkaratan / Cat Lama.
a. Dengan palu ketok, palu langsung dipukulkan pada badan kapal sehingga karat/cat lama bisa terkelupas. Pelaksanaan sangat lambat tapi biayanya murah/padat karya, Dengan pnewmatic multiple hammer palu ini digerakkan dengan suatu alat pnewmatic, Dengan udara bertekanan cara ini bisa lebih cepat dari penggunan palu ketok.
b. Dengan wire brush, bisa manual/electric grinder. Hasil bagus cepat, tetapi mempunyai kelemahan yifu material yang dibersihkan bias terkikis ketebalannya berkurang.

Survey Pembersihan Badan Kapal.

Perbaikan Konstruksi Badan Kapal

Istilah dalam bidang teknologi perkapalan

Haluan ( bow ) bagian depan kapal atau perahu.
Haluan bola ( bulbous bow ) haluan kapal di bawah permukaan air yang dibentuk menggembung seperti bola, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi tahanan gelombang kapal.
Jangkar ( anchor ) suatu benda tempa atau cor yang terdiri atas sebuah batang yang mempunyai ring atau segel di salah satu ujungnya dan mempunyai lengan di ujung yang lain. Dibuat sedemikian rupa, sehingga kalau diturunkan ke dasar laut dengan bantuan rantai atau tali dapat mencekeram dasar laut.
Jarak gading ( frame spacing ) jarak antara gading – gading yang bersebelahan. Diukur dari sisi belakang ke sisi depan pada arah membujur kapal.
Jari – jari bilga ( bilga radius ) jari – jari lingkaran pada bidang tengah kapal yang menyinggung alas dan sisi kapal serta membentuk lengkungan bilga.
Kantilever ( cantilever ) konstruksi batang ( balok ) salah satu ujungnya dijepit, sedangkan ujung yang lain tidak ( bebas ).
Kapal palet ( pallet ship ) kapal yang dipergunakan untuk mengangkut muatan umum yang sejenis, yang diletakkan di atas papan-papan palet.
Kapal ro-ro ( ro-ro vessel ) kapal yang dirancang untuk mengangkut kendaraan, dimana kendaraan yang dimuat dapat langsung berjalan dengan rodanya sendiri melalui rampa yang dipasang pada haluan, buritan atau sisi kapal.
Kapal pendingin ( refrigerated vessel ) kapal yang khusus di rencanakan dan dilengkapi dengan instalasi pendingin untuk seluruh ruang muatannya, dan di pergunakan untuk pengangkutan bahan makanan, misal : daging, ikan, dan buah – buahan.
Kapal peti kemas ( container ship kapal ) yang di pergunakan untuk mengangkut peti kemas, baik di dalam palka maupun di atas geladak.
Kapstan ( capstan ) alat di buritan kapal yang di pergunakan untuk menambatkan kapal di dermaga
Karat ( rust ) hasil korosi yang terdiri atas oksida besi yang berwarna cokelat kemerah – merahan dan terbentuk pada permukaan besi atau baja.
Kemudi ( rudder ) alat untuk mengolah gerak dan mengemudikan kapal.
Kemiringan alas ( rise floor ) kemiringan dalam arah melintang dari dasar kapal, mulai dari lunas sampai bilga.
Kimbul ( poop ) bangunan atas pendek yang terletak di bagian belakang.
Knot ( knot ) satuan kecepatan dalam mil laut per jam untuk kapal dan arus, 1 mil laut internasional = 1.852 meter.
Koferdam ( cofferdam ) ruangan kosong di antara dua dinding yang memisahkan dua ruangan yang berdampingan. Hal ini untuk menjaga supaya cairan dari ruang sebelah tidak merembes ke lain ruang kalau terjadi kebocoran.
Korosi ( corrosion ) kerusakan logam secara bertahap yang disebabkan oleh oksidasi (karat) atau oleh suatu proses kimia.
Kran ( Crane ) suatu alat yang digunakan untuk menurunkan dan menaikan barang dari atau kesuatu tempat
Kubu-kubu ( bulwark ) pelat yang digunakan pelat baja atau batang yang  dipasang sepanjang kedua sisi geladak cuaca untuk mencegah air tidak membasahi geladak dan menjaga barang atau orang tidak tercebur kelaut

Istilah-Istilah dalam bidang teknologi perkapalan yang lain klik disini dan disini

MACAM KAPAL Berdasarkan Alat Penggeraknya.

Penggerak kapal juga menentukan klasifikasi kapal sesuai dengan tujuannya.

1) Kapal dengan menggunakan alat penggerak layar. Pada jenis ini kecepatan kapal tergantung pada adanya angin. Banyak kita jumpai pada kapal-kapal latih dan pada kapal barang tetapi hanya terbatas pada kapal- kapal kecil saja.

2) Kapal dengan menggunakan alat penggerak padle wheel Sistim padle wheel, pada prinsipnya adalah gaya tahanan air yang menyebabkan/menimbulkan gaya dorong kapal (seperti dayung). Padle wheel dipasang dikiri dan kanan kapal dan gerak putarnya dibantu oleh mesin. Umumnya digunakan di daerah yang mempunyai perairan yang tenang misalnya di danau, sungai sebagai kapal-kapal pesiar.

3) Kapal dengan menggunakan alat penggerak jet propultion Sistim ini pada prinsipnya adalah air diisap melalui saluran di muka lalu didorong ke belakang dengan pompa hingga menimbulkan impuls (jet air ke belakang). Sistim ini banyak kita jumpai pada tug boat tetapi fungsinya untuk mendorong bukan menarik.

4) Kapal dengan menggunakan alat penggerak propeller (baling-baling). Kapal bergerak karena berputarnya baling yang dipasang di belakang badan kapal sehingga menimbulkan daya dorong. Alat penggerak inilah yang pada umumnya digunakan pada saat sekarang.

A. Kapal Menurut Bahannya. ........
B. Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya......
C. Kapal berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya ....
D. Kapal Khusus Berdasarkan fungsiya.... 
busana muslim busana muslim Blus terbaru
Memuat...

Global Mulia Perkasa

Komentar Teman-teman

dari GMP: Setting AMDK dan Filter

... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal

Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>
Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.

.


.
.
.














Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.

Desain dan Produksi Mode dan Busana

Teman Blog Ini