Mesin Depot Air Minum RO Sidoarjo
Rent Car Murah di Sidoarjo
CINTA SUCI (Lirik – Lagu)
CINTA SUCI (Lirik – Lagu)by Belajar Berbagi |
CINTA SUCI Cintaku kan slalu mencintaimu Meski engkau kini buang benci hatiku Kasihku tak mampu terhapus rahgu Walau habis waktu merenggut nyawaku Biarkanlah waktu yang menjawab Hati ini suci kepadamu Walau kutahu kau sudah hempaskan aku Cintaku takkan pernah berubah Salahkah bila aku slalu menyayangimu Bodohkah langkah ini menari untukmu lagi Egokah bila aku slalu [...]
Fanfiction Infinite : Lover Boy Part 18 Fwd: [Tulisan baru]
Fanfiction Infinite : Lover Boy Part 18by Belajar Berbagi |
Author : Ayuna Kusuma (Yun) in my web : http://ayuna.ok-rek.com/ Genre : Romance. Parody. Sadly maincast : Woohyun : Woohyun INFINITE Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl's Day Lelah bercanda, kami berdua tertidur di lantai, Naemi menyandarkan kepalanya di lenganku, Ia sangat cantik tanpa polesa make up, tanpa pewarna bibir, rambutnya yang [...]
Mesin Depot Air Minum Murah Surabaya, Sidoarjo
Mesin Depot Air Minum Murah Surabaya, Sidoarjoby Belajar Berbagi |
Mesin Depot Air Minum Jika untuk mengisi ulang air satu galon maka kita perlu mendatangi depot isi ulang, untuk mengisi ulang air kita. Tapi ada beberapa Depot air minum, yang lebih memilih menawarkan Produk mereka ke toko-toko daripada sebatas melayani konsumen yang mendatangi mereka. Ada beberapa depot yang memang tidak hanya melayani untuk isi ulang [...]
| Komentar | See all comments | Suka |
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (انا لله وانا اليه راجعون) adalah potongan dari ayat Al-Quran, dari Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh ayat tersebut adalah:
الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
"(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali."
Bacaan tersebut dikenal dengan sebutan bacaan tarji'. Tarji' merupakan frase umat Islam apabila seseorang tertimpa musibah dan biasanya diucapkan apabila menerima kabar duka cita seseorang. Frasa ini biasanya diterjemahkan "Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada Allah jualah kita kembali."
Umat Islam mempercayai bahwa Allah adalah Esa yang memberikan dan Dia jugalah yang mengambil, Dia menguji umat manusia. Oleh karenanya, umat Islam menyerahkan diri kepada Tuhan dan bersyukur kepada Tuhan atas segala yang mereka terima. Pada masa yang sama, mereka bersabar dan menyebut ungkapan ini saat menerima cobaan atau musibah.
Tapi seiring waktu makna dari ayat Allah tersebut menjadi sedikit bergeser, saya sendiri memahami bahwa ayat tersebut diperuntukkan untuk segala hal yang menjadi milik kita namun sudah hilang. Dijaman ini ayat tersebut hanya ditujukan pada kematian saja, dan itu seolah menjadi paradigma sendiri di masyarakat. Itu catatan saya yang pertama, bahwa surat Al-baqarah 156 bukan hanya ditujukan saat kita melihat orang kehilangan nyawa. Tapi juga bisa diartikan sebagai kehilangan harta benda, musibah, bencana dan sebagainya.
Salah makna yang saya dapati berikutnya adalah perdebatan mengenai tangisan kita terhadap mayat, ada sebagian ulama yang berkata bahwa kita boleh menangis mengingat yang meninggal adalah orang dekat kita. Jadi wajar kalau kita menangis, ada sebagian yang berpendapat bahwa air mata kita adalah siksaan bagi mayat, maka boleh menangis asal jangan terkena mayat. Dan masih banyak lagi
Kalau saya pribadi menyikapi itu sebagai wacana simple
Begini logika saya, dalam surat Al-Baqarah disebutkan bahwa kami kepunyaan Allah dan kepada Allah juga kami kembali.
Kita coba bayangkan, jika kita tidak ikut memiliki suatu barang benda. Katakanlah mobil milik keluarga desa sebelah, keesokan harinya mobil tersebut hilang. Mungkinkah kita menangis?
Secara alamiah manusiawi kita tidak akan menangis dan bahkan tidak boleh dan tidak mungkin menangis karena benda itu bukan milik kita.
Pun sama ketika kita ditinggalkan orang tua, anak, saudara atau siapapun orang dekat kita karena dipanggil Allah.
Maka kita tidak boleh menangs karena itu bukan punya kita, itu punya Allah SWT dan akan kembali pada Allah SWT.
Oleh sebab itu Rasulullah Muhammad, Abu bakar as sidiq dan juga sahabatnya Umar bin Khatab begitu marah dan melarang apabila ada seseorang yang menangisi kematian. Karena itu hukumnya haram di mata Allah SWT.
Semoga bermanfaat
Created by DANI CAMARA
--
Posting oleh Blogger ke Dani Camara pada 4/26/2013 06:12:00 PM
Karya-Karya Besar Pemimpin Besar
Baik sebagai muslim maupun non muslim, nasionalis maupun liberalis, sosialis maupun komunis.
Kita semua pasti mengenal pahlawan-pahlawan besar yang memperjuangkan sebuah Ideologi yang mereka yakini sebagai sesuatu kebenaran.
Karena Ideologi memang sebuah gagasan tentang terciptanya sebuah masyarakat yang baik yang sejatinya harus dperjuangkan.
Apalagi jika seorang manusia berjiwa Ideologis, maka semua yang dimilikinya akan diperjuangkan demi Ideologi yang sedang diperjuangkannya.
Sebagai Muslim kita sangat mengenal Rasulullah Muhammad SAW. Dialah Nabi terakhir Allah SWT yang diutus untuk nabi akhir zaman.
Dia pejuang sejati, sebelum diangkat sebagai seorang Rasul dia adalah pribadi yang mandiri karena sudah terbiasa menjadi pengembala domba di tanah mekkah yang terkenal tandus.
Dia seorang pemberani, karena semasa muda dia ikut dalam perang fijar, dimana perang dimenangkan oleh Mekkah.
Dia adalah seorang yang luar biasa, multi talenta. Umur 25 tahun dia sudah mampu menjadi pribadi yang agung yang begitu dikagumi masyarakatnya. Bahkan Siti Khadijah kepincut dan melamarnya.
Saat Muhammad umur 40 tahun, dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk ber tahanuts di gua saur. Tahanuts merupakan tradisi orang-orang mekkah saat itu. Jika mereka menghadapi masalah, atau ingin pemecahan maka mereka akan ber tahanuts.
Saat itu Muhammad diangkat sebagai seorang Rasul
Dia memulai perjuangannya, mulai dakwah sirih d rumah arqam. Dakwah terang-terangan hingga dia mendapat kekuatan dari Hamzah dan Umar bin Khatab.
Kemudian hijrah ke Medinah, memperkuat tatanan politik disana, menciptakan sistem tata negara yang baru sebelum akhirnya dia melakukan fatkhul mekkah atau penaklukan mekkah.
Yang menjadi hal paling luar biasa dan pelajaran bagi kita semua adalah konsistensi gaya hidup Rasulullah.
Sebelum diangkat jadi Rasul dia adalah saudagar kaya dan mapan, setelah jadi Rasul semuanya diberikan buat perjuangan Ideologinya.
Hingga saat Islam merdeka dan kaya pun Rasul masih hidup dalam kesederhanaan karena itu yang dia perjuangkan sejak awal. Dia tidak mau jadi pemimpin yang hanya rela mati saat berjuang, tapi disaat sudah merdeka dia menjadi lalai akan perjuangannya.
Itulah Rasulullah, perjuangannya diawal hingga akhir, tiada yang berubah.
Dari situlah kita belajar menjadi pejuang besar, belajar dari Rasulullah Muhammad SAW.
Pelajaran berharga bagi para pemimpin dan calon pemimpin besar. Terimakasih
--
Posting oleh Blogger ke Dani Camara pada 4/25/2013 07:41:00 AM
... Peluang Usaha - Program Butik Online Tanpa Modal
Program Butik Online tanpa modal adalah program terbaru dari Mode Ok-Rek dengan misi untuk mendukung penjual/reseller ok-rek semakin kreatif dalam mengolah pasarnya, dan memberikan pencerahan pada dunia fashion .... Selengkapnya >>>Persewaan Alat Pesta, Tenda /terop, meja kursi, alat makan di Sidoarjo dan Surabaya.
Wiremesh murah hubungi Afandi
0878 525 808 85; 082140 031 207.
Ada juga besi beton murah.











Ayuna Duwur
Ok Rek
Testimoni
FAQ
Produk Duwur
Mode Busana
Batik Unik
Gamis Modern
Batik Tulis