Tampilkan postingan dengan label Iklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iklim. Tampilkan semua postingan

Tip menambah tinggi badan

Menambah tinggi badan  adalah impian setiap orang di dunia baik pria maupun wanita, mereka semua mempunyai satu  impian  bagaimana bisa mena...

KONTES AFFILIASI TERHEBOH GRATIS 20JUTA

IKUTI..!! KONTES AFFILIASI TERHEBOH GRATIS 20JUTA..!! IKUTI..!! KONTES AFFILIASI TERHEBOH GRATIS 20JUTA..!! Bismilah Hirroma...

CIRI-CIRI IKLIM DI INDONESIA

Mendukung Stop Dreaming Start Action Curah hujan tinggi (1800m/tahun) Radiasi matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun) Temper...

Strategi Perencanaan Thermal

Ventilasi

Lubang yang dibuat pada dinding ruang dapat digunakan untuk ventilasi. Fungsi ventilasi antara lain:
Menjaga kualitas udara di dalam ruangan
Menghasilkan kenyamanan penghuninya
Mempermudah/memperbesar gerakan udara dalam ruangan.
Untuk memperlancar penyaluran kalor dari dalam ruangan ke luar bangunan.
Ventilasi pada hakekatnya dapat dibedakan:
Ventilasi alami
tergantung dari faktor alam: kecepatan angin, tekanan kecepatan karena gerakan udara atau aliran angin bergerak
penempatannya dapat diatur di bagian bawah dekat lantai atau di bagian atas dekat atau pada langit-langit.

Pengaruh Kenyamanan terhadap Prestasi Kerja

Pengaruh suhu udara yang terlalu tinggi.
Bila suhu lingkungan jauh lebih tinggi di atas suhu tubuh, maka tubuh akan berkeringat, jika terus menerus akan menyebabkan rasa haus.
Menurunkan kapasitas dan daya guna kerja serta perubahan denyut nadi (normal: 110/detik).

Pengaruh suhu terlalu rendah
timbulnya rasa dingin (spontanitas)

cara mengatasi:
proses metabolisme dari makanan
meningkatkan volume aliran darah untuk memperbanyak pembentukan kalor
kontraksi pada otot-otot akibat gerakan-gerakan menggigil

Suhu yang terlalu rendah dapat mempengaruhi tubuh dengan menyebabkan sensasi dingin yang tidak diinginkan secara spontan. Salah satu cara alami tubuh untuk mengatasi suhu rendah adalah melalui proses metabolisme dari makanan yang kita konsumsi. Ketika tubuh memetabolisme makanan, itu menghasilkan energi yang sebagian diubah menjadi panas untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Lingkungan Thermis

Faktor penting yang berpengaruh dalam perancangan lingkungan panas untuk bangunan ialah:

1. Batasan minimum dan maksimum dan kenyamanan thermis (thermal comfort) pemakai bangunan. Misalnya thermal comfort untuk orang Indonesia ialah antara 25,4 - 28,9 derajat Celcius.
2. Gambaran tentang iklim setempat, yaitu suhu udara, kecepatan angin, kelembaban relatif dan solar radiasi.
3. Prosedur perancangan serta kelakuan fisik dari material bangunan dan sistem konstruksi bangunan.

Faktor penting yang menentukan respon panas dari bangunan ialah:

Teori Kenyamanan Thermal

Teori kenyamanan:
OT : Operational Temperature, yaitu temperatur di luar bangunan, campuran antara panas sinar matahari dan suhu udara
ET : Effective Temperature, yaitu temperatur di dalam bangunan.
ET tidak dipengaruhi oleh sinar matahari, tapi oleh jumlah uap air yang terkandung di udara. ET akan efektif jika kelembaban terkontrol serendah mungkin sehingga suhu tubuh bisa turun karena penguapan lancar.
CET, merupakan koreksi terhadap ET, karena ET lebih banyak melibatkan faktor iklim, untuk bangunan bertingkat.
Pada basement ET = OT = CET

PENGARUH IKLIM TERHADAP MANUSIA

Fungsi utama dari arsitektur adalah harus mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dengan cara menanggulangi tekanan iklim yang ada. "Stress" yang terjadi harus sesedikit mungkin. Suatu sistem guna mencapai kondisi keseimbangan antara iklim dan arsitektur sulit sekali untuk diketengahkan, sebab dalam hal ini banyak sekali cabang ilmu yang tersangkut.
Usaha untuk menyeimbangkan antara iklim dan arsitektur, dilakukan dengan memanfaatkan unsur-unsur iklim yang ada, seperti angin, suhu udara, dan lain-lain, sehingga akhirnya manusia dapat memperoleh kenyamanan yang diharapkan.

Kenyamanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu:
1. Kenyamanan thermal
2. Kenyamanan visual
3. Kenyamanan Audial
Dalam hal ini terutama membahas masalah kenyamanan termal pada bangunan kecil (tempat tinggal).


Kenyamanan Thermal

Pengaruh IKLIM dalam arsitektur

Secara garis besar masalah iklim meliputi unsur-unsur sebagai berikut:
Letak geografis dan bentuknya.
Matahari (meliputi garis edar, cahaya, panas)
Angin/udara (meliputi arah, kecepatan, kelembaban, temperatur)
Curah hujan (meliputi kemiringan, lebat)


Dalam arsitektur, iklim merupakan tantangan yang harus diselesaikan, karena ia dapat menjadi potensi yang dapat menunjang kenikmatan dan kenyamanan yang tentu dapat kita manfaatkan dan kita gunakan semaksimal mungkin, ia juga dapat menjadi hambatan atau gangguan dalam menciptakan kenyamanan dan kenikmatan, yang tentu harus kita tanggulangi.
Sebelum kita merancang mungkin perlu kita mengkaji atau mempelajari rancangan lain yang telah jadi, yang telah dibuat oleh perancang atau arsitek pendahulu kita. Hal ini sangat baik untuk menambah pengetahuan dan pengalaman kita, serta sangat berguna sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan. Demikian juga dengan mempelajari masalah iklim dan segala aspeknya dalam perancangan arsitektur.

Pada setiap rancangan minimal memenuhi kenyamanan perorangan, struktural, fungsional, serta selera (kenikmatan fisik). Iklim sangat mempengaruhi hal-hal tersebut, oleh karenanya setiap karya arsitektur harus dapat memanfaatkan sebesar-besarnya iklim yang ada pada lingkungan atau tempat karya

PENGARUH IKLIM TERHADAP MANUSIA

Fungsi utama dari arsitektur adalah harus mampu menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dengan cara menanggulangi tekanan iklim yang ada. "Stress" yang terjadi harus sesedikit mungkin. Suatu sistem guna mencapai kondisi keseimbangan antara iklim dan arsitektur sulit sekali untuk diketengahkan, sebab dalam hal ini banyak sekali cabang ilmu yang tersangkut.
Usaha untuk menyeimbangkan antara iklim dan arsitektur, dilakukan dengan memanfaatkan unsur-unsur iklim yang ada, seperti angin, suhu udara, dan lain-lain, sehingga akhirnya manusia dapat memperoleh kenyamanan yang diharapkan.

Kenyamanan dapat dikategorikan dalam tiga bentuk, yaitu:
1. Kenyamanan thermal
2. Kenyamanan visual
3. Kenyamanan Audial
Dalam hal ini terutama membahas masalah kenyamanan termal pada bangunan kecil (tempat tinggal).

Ø Kenyamanan Thermal

Iklim dan Arsitektur di Indonesia

Iklim dan arsitektur di Indonesia sangat dipengaruhi oleh matahari. Kondisi alam akibat pengaruh iklim tersebut direspon manusia dengan menciptakan lingkungan binaan. Iklim di Indonesia adalah tropik basah, karena kadar uap airnya (humidity) tinggi dengan dua musim.
Pada daerah yang memiliki iklim tropik kering (humidity rendah), seperti daerah Arab, udara sangat panas. Penguapan sangat cepat, karena itu walaupun udara panas, mereka tetap memakai baju tebal untuk mencegah penguapan cairan tubuh yang terlalu cepat.

Masalah umum dan masalah bangunan:
1. Panas bangunan tidak menyenangkan
2. Penguapan sedikit karena gerakan udara lambat
3. Perlu perlindungan terhadap radiasi matahari, hujan dan serangga
4. Di sekitar lautan juga diperlukan perlindungan terhadap angin keras
Hal-hal penting untuk diperhatikan:
1. Bangunan sebaiknya terbuka dengan jarak yang cukup antara masing-masing bangunan, untuk menjamin sirkulasi udara yang baik
2. Orientasi bangunan adalah utara-selatan untuk mencegah pemanasan matahari terhadap fasade yang lebih lebar

Arsitektur Sub Tropis

Iklim Sub Tropis mempunyai empat musim:
- musim semi
- musim panas
- musim gugur
- musim dingin


Ciri-ciri iklim sub tropis:

- Pada musim panas radiasi panas besar, sedangkan pada musim dingin radiasi panas kecil sekali
- Jam siang musim panas lebih lama dari pada jam malam, sebaliknya pada musim dingin jam siang lebih pendek dari pada jam malam
- Akumulasi panas pada musim panas lebih kurang ¾ waktu musim panas, begitu sebaliknya pada musim dingin

Arsitektur Sub Tropis dan Iklim Dingin

Iklim Sub Tropis mempunyai empat musim:
- musim semi
- musim panas
- musim gugur
- musim dingin


Ciri-ciri iklim sub tropis:

- Pada musim panas radiasi panas besar, sedangkan pada musim dingin radiasi panas kecil sekali
- Jam siang musim panas lebih lama dari pada jam malam, sebaliknya pada musim dingin jam siang lebih pendek dari pada jam malam
- Akumulasi panas pada musim panas lebih kurang ¾ waktu musim panas, begitu sebaliknya pada musim dingin
- Pada waktu musim dingin hujan salju, kelembaban rendah
- Pada musim-musim tertentu disertai angin dataran yang cukup kencang
- Pada belahan utara sinar matahari selalu berada di selatan dan pada musim dingin kadang-kadang matahari tidak muncul.

Arsitektur Tropis Kering

Ciri-ciri iklim tropis kering: - Kelembaban rendah - Curah hujan rendah - Radiasi panas langsung tinggi - ...

Iklim dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Arsitektur

v Arsitektur Tropis Lembab



Ciri-ciri iklim tropis basah
1. Curah hujan tinggi
2. Kelembaban tinggi
3. Temperatur udara panas sampai dengan nikmat
4. Angin (aliran udara) sedikit
5. Radiasi matahari sedang sampai kuat (matahari bersinar sepanjang tahun)
6. Pertukaran panas kecil karena kelembaban tinggi (udara sudah jenuh oleh uap air), sehingga air tidak mudah menguap.

Selain ciri-ciri umum tersebut, ada pula beberapa daerah yang mempunyai keadaan iklim yang sedikit berbeda, misalnya daerah pegunungan, seperti Bandung dan Malang lebih sering terjadi hujan, atau di daerah Nusa Tenggara Timur yang paling jarang terjadi hujan, sehingga disana banyak terdapat sabana atau padang rumput dan semak-semak.

Analisa Iklim dalam Arsitektur

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengaruh iklim terhadap arsitektur, maka analisa dapat dilakukan, yang meliputi:
1. Analisa Lahan
Analis ini meliputi adaptasi terhadap lingkungan.
2. Analisa Orientasi
Dicari arah yang terbaik agar didapat lingkungan yang sesuai dengan yang disyaratkan.
3. Analisa Bentuk
Meliputi analisa dari rancangan bangunan dan komposisi kelompok bangunan. Design bangunan secara tunggal berpengaruh pada terbentuknya suatu lingkungan dalam bangunan tersebut yang merupakan suatu modifikasi lingkungan luar yang dibentuk oleh kelompok bangunan. Bentuk dari kelompok bangunan ini mempunyai pengaruh pada lingkungan luar yang terjadi. Kepadatan bangunan mempunyai pengaruh besar pada pembentukan iklim lingkungan luar.
4. Analisa Sistem Konstruksi
Sistem konstruksi berpengaruh pada proses modifikasi iklim atau lingkungan luar menjadi lingkungan dalam yang terhuni dengan baik. Dengan analisa-analisa di atas dapat diketahui gradasi pengaruh iklim pada setiap langkah perencanaan

Morfologi Kota

Iklim yang dimiliki suatu kota terkait dengan bentuk kota. Hal ini dapat dilihat pada kota-kota kuno atau tradisional.
► Bentuk Kota dengan Iklim Dingin: Bentuk bangunan cenderung melawan angin dingin, bangunan-bangunan besar cenderung mengelompok untuk memungkinkan penyimpanan panas lebih besar Pola permukimannya padat, berkumpul memusat daripada grid atau linier.
► Bentuk Kota dengan Iklim Moderat: Perencanaan bangunan lebih terbuka, alamiah dan semua bangunan agak menyatu. Struktur kota lebih memungkinkan untuk suatu susunan yang bebas.
► Bentuk Kota dengan Iklim Tropis Kering; Antar bangunan saling membayangi sehingga tidak terkena panas matahari langsung. Struktur kotanya cenderung untuk padat dan jalan-jalannya terbayangi.
► Bentuk Kota dengan Iklim Tropis Lembab: Bangunan cenderung berbentuk memanjang, bangunan terpisah satu sama lain agar lebih memungkinkan aliran angin yang bebas. Struktur kota menjadi lebih terpencar. Pembayangan dengan pohon sangat menguntungkan.

IKLIM DAN ARSITEKTUR : Sains Bangunan dan Sains Arsitektur

Iklim dan arsitektur adalah bagian dari sains bangunan dan sains arsitektur. Sains bangunan adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungannya. Bangunan dan shelter dalam hal ini berlaku sebagai perubah (modifier) lingkungan luar (outdoor environment) menjadi lingkungan dalam (indoor environment) yang mempunyai atau memenuhi syarat habitasi dan penghunian bagi manusia.


Faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain:
- iklim setempat
- lingkungan panas, suara dan penerangan
- manusia dan cara habitasinya
- sistem lay-out bangunan
- bentuk bangunan
- sistem konstruksi bangunan
- pemilihan material bangunan

Iklim Makro dan iklim Mikro

Iklim mikro adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh langsung terhadap kenikmatan (fisik) dan kenyamanan (rasa) ...

Proses Terjadinya Iklim

Iklim adalah perubahan kondisi cuaca yang relatif tetap dan secara berkala karena pengaruh perputaran bumi (diteliti 10-20 tahun sekali), hasilnya berupa: tropis, sub tropis, dingin dan lain-lain. Sedangkan cuaca merupakan perubahan kondisi udara yang sifatnya setempat, dalam kurun waktu pendek, dan terjadi akibat bentang alam seperti pantai gunung dan padang rumput.


Iklim suatu lingkungan atau regional merupakan suatu keadaan atmosphere yang dipengaruhi oleh lima buah unsur penting berikut:
1. Suhu udara
2. Kelembaban
3.Angin
4.Curah hujan
5. Radiasi matahari

Wiremesh murah hubungi Afandi - 081233336118. - Ada juga besi beton murah.

Jasa Pembuatan Pagar, Kanopi (+Renovasi)
WA ke 081233336118