TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI Ikan

Perikanan : TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI Ikan
JENIS-JENIS PAKAN ALAMI Ikan
Apakah pakan alami itu? Sebelum membicarakan tentang pakan alami perlu dipahami arti katanya. Pakan merupakan peristilahan yang digunakan dalam dunia perikanan yang mempunyai arti makanan. Sedangkan alami menurut arti katanya adalah sesuatu yang berasal dari alam. Oleh karena itu pakan alami adalah pakan yang dikonsumsi oleh organisme yang berasal dari alam.

Pakan alami merupakan salah satu jenis pakan ikan hias dan ikan konsumsi air tawar, payau dan laut. Pakan alami adalah pakan yang disediakan secara alami dari alam dan ketersediaannya dapat di budidayakan oleh manusia, sedangkan pakan buatan adalah pakan yang hanya dibuat oleh manusia dengan menggunakan beberapa bahan baku dan formulasi pakannya disesuaikan dengan kebutuhan ikan.

Dalam bab ini akan dibicarakan tentang pakan alami yang merupakan makanan yang sangat disukai oleh ikan hias dan ikan konsumsi. Pakan alami dapat diperoleh dengan melakukan usaha budidaya. Usaha budidaya pakan alami ini dapat dibagi atas dua kelompok besar yaitu : penyediaan pakan alami yang selektif dan penyediaan pakan alami secara nonselektif seperti pemupukan di lahan perairan. Penyediaan pakan alami secara selektif adalah melakukan budidaya pakan alami ini secara terpisah dengan wadah budidaya ikan, sedangkan budidaya pakan alami secara nonselekstif adalah melakukan budidaya pakan alami bergabung dengan ikan yang akan dibudidayakan dimana kegiatan tersebut dilakukan pada saat dilakukan persiapan kolam untuk budidaya.

Agar dapat membudidayakan pakan alami maka harus dikuasai teknik budidayanya yang didasarkan pada pengetahuan aspek biologi dan kimianya yang mencakup: morfologi, tahapan stadia perkembangbiakkannya, daur hidup dan habitat, kecepatan dan tingkat pertumbuhan, kebiasaan dan cara makan atau unsur hara yang dibutuhkan untuk hidup dan pertumbuhan serta nilai gizi pakan alami.

Pakan alami sangat cocok untuk benih ikan/udang dan ikan hias karena pakan alami sangat mudah dicerna didalam tubuh benih ikan/udang dan ikan hias. Selain itu nilai gizi pakan alami sangat lengkap dan sesuai dengan tubuh ikan, tidak menyebabkan penurunan kualitas air pada wadah budidaya ikan, meningkatkan daya tahan tubuh benih ikan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air, mudah ditangkap karena pergerakan pakan alami tidak begitu aktif dan berukuran kecil sesuai dengan bukaan mulut larva.

Pakan alami yang dapat dibudidayakan dan banyak terdapat dialam dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu phytoplankton, zooplankton dan benthos. Phytoplankton adalah organisme air yang melayang-layang mengikuti pergerakan air dan berupa jasad nabati. Dalam siklus hidupnya phytoplankton melakukan proses fotosintesa dan berukuran kecil yaitu terdiri dari satu sel atau beberapa sel. Bentuk phytoplankton antara lain: oval, bulat dan seperti benang.

Phytoplankton yang hidup di dalam perairan ini akan memberikan warna yang khas pada perairan tersebut seperti berwarna hijau, biru atau coklat. Hal ini dikarenakan didalam tubuh phytoplankton terdapat zat warna atau pigmen. Zat warna atau pigmen ini dapat diklasifikasikan yaitu :
1. Warna biru (Fikosianin)
2. Warna hijau (Klorofil)
3. Warna pirang (Fikosantin)
4. Warna merah (Fikoeritrin)
5. Warna kuning (Xantofil)
6. Warna keemasan (Karoten)

Berdasarkan zat warna yang dimiliki oleh alga ini, maka alga dapat dikelompokkan menjadi :
1. Alga Hijau (Kelas Chlorophyceae)
2. Alga Coklat (Kelas Bacillariophyceae/kelas Phaephyceae)
3. Alga Keemasan (Kelas Chrysophyceae)
4. Alga Merah (Kelas Rhodophyceae)
5. Alga Hijau Kebiruan (Kelas Cyanophyceae)

Beberapa jenis phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan dan dikonsumsi oleh ikan/udang/ikan hias antara lain adalah :
1. Kelas Chlorophyceae, mempunyai ciri-ciri :
􀁸 Bersel tunggal tidak bergerak, misalnya Chlorococcum, Chlorella.
􀁸 Bersel tunggal dapat bergerak, misalnya Chlamydomonas, Euglena, Tetraselmis.
􀁸 Bentuk koloni dapat bergerak, misalnya Volvox, Scenedesmus.
􀁸 Bentuk koloni yang tidak bergerak, misalnya Hydrodictyon reticulatum
􀁸 Bentuk benang, misalnya Spyrogyra, Oedogonium
􀁸 Bentuk lembaran, misalnya, Ulva, Chara Selain itu ciri-ciri umum yang dimiliki dari alga hijau ini adalah:
􀁸 Berwarna hijau rumput karena mengandung khlorofil
􀁸 Mempunyai empat bulu cambuk.
􀁸 Reproduksi sel terjadi secara vegetatif aseksual dan seksual
2. Kelas Bacillariophyceae mempunyai ciri-ciri :
􀁸 Berwarna coklat karena mengandung silikat
􀁸 Berbentuk seperti cawan petri
􀁸 Reproduksi secara pembelahan sel
􀁸 Bersel tunggal, misalnya Chaetoceros calcitran dan Skeletonema costatum
3. Kelas Cyanophyceae, mempunyai ciri-ciri :
􀂃 Berwarna hijau kebiruan karena mengandung klorofil dan pigmen kebiru-biruan yaitu phycocyanin
􀂃 Berbentuk benang yang melingkar seperti spiral, misalnya Spirulina.

Beberapa aspek biologi dari phytoplankton yang sudah dapat dibudidayakan secara massal antara lain adalah :
1. Aspek biologi Chlorella sp. :
􀁸 Alga sel tunggal
􀁸 Bentuknya bulat atau bulat telur
􀁸 Mempunyai khloroplas seperti cawan, dindingnya keras, padat dan garis tengahnya 5 mikron.
􀁸 Perkembangbiakan terjadi secara aseksual, yaitu dengan pembelahan sel atau pemisahan autospora dari sel induknya.
􀁸 Habitatnya adalah tempattempat yang basah dan medianya mengandung cukup unsur hara seperti N, P, K dan unsur mikro lainnya (karbon, nitrogen, fosfor, sulfur dan lain-lain)

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar berikut .

 
Gambar Chlorella sp


Aspek biologi Chlorella sp
Aspek biologi Tetraselmis sp.
Aspek biologi Tetraselmis sp.
Aspek biologi Skeletonema costatum
Aspek biologi Spirulina sp.
Jenis pakan alami ikan yang kedua adalah zooplankton

Selengkapnya tentang  
Perikanan : TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI Ikan klik disini.

Rotifera, yaitu Brachionus sp.
Brachiopoda, yaitu Artemia salina
Cladocera, yaitu Moina sp. Dan Daphnia sp
Infusaria, yaitu Pharamecium sp.
Jenis pakan alami yang ketiga yangdapat diberikan kepada ikan hias,larva dan benih ikan/udang/ikan hiasadalah benthos  

7.2. BUDIDAYAPHYTOPLANKTON
7.2.1. Wadah dan peralatanbudidaya phytoplankton 
Metode media agar kultur murni phytoplankton PAKAN ALAMI Ikan 
7.2.2. Penyiapan media budidayaphytoplankton 
7.2.3 Penebaran bibit/ Inokulasi 
7.2.4. Pemeliharaan danpemanenan Phytoplankton PAKAN ALAMI Ikan 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini