RANGKUMAN TEKNIK PENGELASAN

Jasa Las Canopy Sidoarjo - Surabaya1. Sebelum proses pengelasan terlebih dahulu perlu dilakukan  penanganan terhadap mesin las, penyiapan peralatan dan melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD)
2. Proses pengelasan dengan las busur listrik didahului dengan
mengatur posisi tubuh kemudian dilanjutkan dengan proses
penyalaan busur, menjalankan dan menghentikan / mematikan busur.
3. Dalam belajar las, melakukan pengelasan awal berupa pelelehan, pembuatan manik – manik las lurus dan pembuatan manik – manik las dengan mengayun.
4. Selain memperhatikan ketentuan dalam proses pengelasan, hal yang tak kalah  pentingnya adalah pada saat menyambung manik – manik las.
5. Setiap akhir pengelasan dan sebelum proses lanjutan penyambungan perlu melakukan pembersihan terak dan percikan las terlebih dahulu.
6. Proses pengelasan sambungan tumpul tanpa penahan belakang dimulai dari penyiapan posisi material yang akan disambung, dilanjutkan dengan penyetelan dan menahan dengan las ikat kemudian dimulai dengan pengisian kampuh las.
7. Kelancaran proses pengelasan dipengaruhi oleh kesiapan dari mesin las, untuk itu perlu diperhatikan dan dilakukan tindakan sebagai berikut : 􀁣 Periksa sirkuit utama dan sirkuit bantu, 􀁤 Persiapkan tang amper dan pasangkan melewati kabel arah holder, 􀁥 Atur arus sesuai besaran yang dipersyaratkan menurut penggunaan elektrode, 􀁦 Lengkapi diri anda dengan alat pelindung diri dan siapkan peralatan seperlunya.
8. Posisi tubuh yang benar dan stamina yang prima pada saat mengelas akan menunjang kesempurnaan hasil pengelasan, untuk itu disarankan bagi seorang juru las untuk selalu berlatih dan menjaga kesehatan dengan extra fooding.
9. Pada prinsipnya mengelas merupakan proses pengaturan busur las pada benda kerja yang disambung agar pada saat logam isi meleleh menempati posisi yang dikehendaki dan menghindari terjadinya cacat – cacat pengelasan.
10. Pengelasan GMAW / FCAW merupakan jenis pengelasan yang mempunyai faktor efisiensi yang besar bila digunakan untuk mengelas konstruksi, mengingat seorang juru las dapat melakukan proses pengelasan sampai pada batas ketahanan juru las tersebut dengan tidak perlu mengganti logam pengisi.

RANGKUMAN 1. Sebelum proses pengelasan terlebih dahulu perlu dilakukan
penanganan terhadap mesin las, penyiapan peralatan dan
melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD)
2. Proses pengelasan dengan las busur listrik didahului dengan
mengatur posisi tubuh kemudian dilanjutkan dengan proses
penyalaan busur, menjalankan dan menghentikan / mematikan busur.
3. Dalam belajar las, melakukan pengelasan awal berupa pelelehan, pembuatan manik – manik las lurus dan pembuatan manik – manik las dengan mengayun.
4. Selain memperhatikan ketentuan dalam proses pengelasan, hal yang tak kalah  pentingnya adalah pada saat menyambung manik – manik las.
5. Setiap akhir pengelasan dan sebelum proses lanjutan penyambungan perlu melakukan pembersihan terak dan percikan las terlebih dahulu.
6. Proses pengelasan sambungan tumpul tanpa penahan belakang dimulai dari penyiapan posisi material yang akan disambung, dilanjutkan dengan penyetelan dan menahan dengan las ikat kemudian dimulai dengan pengisian kampuh las.
7. Kelancaran proses pengelasan dipengaruhi oleh kesiapan dari mesin las, untuk itu perlu diperhatikan dan dilakukan tindakan sebagai berikut : 􀁣 Periksa sirkuit utama dan sirkuit bantu, 􀁤 Persiapkan tang amper dan pasangkan melewati kabel arah holder, 􀁥 Atur arus sesuai besaran yang dipersyaratkan menurut penggunaan elektrode, 􀁦 Lengkapi diri anda dengan alat pelindung diri dan siapkan peralatan seperlunya.
8. Posisi tubuh yang benar dan stamina yang prima pada saat mengelas akan menunjang kesempurnaan hasil pengelasan, untuk itu disarankan bagi seorang juru las untuk selalu berlatih dan menjaga kesehatan dengan extra fooding.
9. Pada prinsipnya mengelas merupakan proses pengaturan busur las pada benda kerja yang disambung agar pada saat logam isi meleleh menempati posisi yang dikehendaki dan menghindari terjadinya cacat – cacat pengelasan.
10. Pengelasan GMAW / FCAW merupakan jenis pengelasan yang mempunyai faktor efisiensi yang besar bila digunakan untuk mengelas konstruksi, mengingat seorang juru las dapat melakukan proses pengelasan sampai pada batas ketahanan juru las tersebut dengan tidak perlu mengganti logam pengisi.

RANGKUMAN TEKNIK PENGELASAN


Selengkapnya tentang Kemajuan Teknologi Pengelasan dan tentang Pengertian Ilmu Logam dan Macam klik disini



Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini