khazanah Jawa, keris disebut "dhuwung" atau "curiga" yang berarti hati-hati dan waspada. Ialah makna "taqwa

KERIS Gurunda Hanan Attaki
@salimafillah
.
Dalam khazanah Jawa, keris disebut "dhuwung" atau "curiga" yang berarti hati-hati dan waspada. Ialah makna "taqwa" seperti yang kita dapati dalam dialog antara Sayyidina 'Umar dan Ubay ibn Ka'b. Maka dalam tradisi, keris adalah bagian tak terpisahkan dari "Pakaian Taqwa" yang konon didesain Sunan Kalijaga. Para wali dan mujahid, dari Dipanegara hingga Jenderal Sudirman mengenakan keris di pinggang mereka.
.
Dalam istilah Yogyakarta, bilah keris Gurunda @hanan_attaki ini berdhapur Pulanggeni; berkembang kacang pogok, ganja kelap lintah lengkap dengan greneng, ada pejetan, sogokan ganda, tikel alis, jalu memet, lambe gajah, serta lurus ke atas dengan 3 luk di pucuk. Maknanya nyala yang tak pernah padam, menerangi kegelapan sekaligus menebar keharuman. Dalam khazanah Surakarta dhapur ini disebut 'Pasupati Hurubing Dilah', maknanya keberanian yang melampaui kematian dengan semangat nan terus berpijar.
.
Pamor meteoritnya bermotif ganggeng kanyut, ganggang yang akarnya teguh di dasar sungai namun sulur dan cabang-cabangnya menari mengikuti aliran air. Ini melambangkan pribadi dan dakwah Gurunda Hanan Attaki yang gaul dan akrab dengan generasi millenials, mengikuti perkembangan namun tak pernah lepas dari pijakan kokohnya pada syari'at.
.
Warangka dan handle-nya terbuat dari kayu Timaha Lombok dengan pelet motif kendhit, demikian pula mendhaknya kendhit. Kendhit artinya ikat pinggang, melambangkan penjagaan yang kuat terhadap kehormatan pribadi, harga diri, dan kemuliaan akhlaq. Pendhoknya slorok kemalo merah, dengan tatahan merak kanthet; ialah keluhuran, keberanian, kesetiaan, dan menampilkan keindahan jika diganggu.
.
Akhirnya, keris adalah sipat kandel; senjata yang dibuat agar tak perlu digunakan. "Sipat" artinya garis. "Kandel" artinya tebal. Ia garis tebal yang membentengi pemiliknya dari memperturutkan hawa nafsu. Ia dipenuhi makna filosofis supaya pemiliknya selalu ingat untuk berucap dan berperilaku bijaksana, hingga tak ada yang tersakiti ataupun dirugikan olehnya.
.
Selamat berkeris, Gurunda Hanan Attaki. Kita songsong persaudaraan Pemuda Hijrah dan Pemuda Anshor. Eh, iya kan?
.
Yuk #JallanBarreng @jallanbarreng.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini