Jangan kehilangan hatimu yang baik, hnya karena kejahatannya

*MUHASABAH*


*_ROTASI KEHIDUPAN_*


Saudaraku,

Tidak ada yang kekal di dunia ini. Selalu silih berganti. Allah Azza wa Jalla akan merotasi kehidupan dan menempatkan posisi kita sesuai pada tempatnya...


Ada bahagia pasti ada duka,

Ada pertemuan pasti ada perpisahan,

Ada cinta pasti ada juga luka,

Ada kelahiran pasti pada akhirnya ada kematian...


Kehidupan ini selalu berotasi dalam perjalanannya menuju titik mati. Terkadang di bawah, terkadang di atas, tidak ada yang bisa menghindari; kaya, miskin, tua, muda, rakyat jelata atau manusia bertahta. Terus berubah-ubah silih berganti


Nah, masalahnya tinggal apakah putaran nasib itu membuat kita putus asa dan _mandeg_. Membuat kita merasa sendiri dan berbeda nasib dengan kebanyakan orang. Sehingga kita ragu untuk terus maju melangkah, padahal sudah jelas ke mana harusnya kaki kita melangkah... 


Allah Azza wa Jalla berfirman :


إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (١٩) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (٢٠) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا (٢١)


“Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir”


(Q.S. Al-Ma’arij: 19-21)


Yang berlalu, biarlah berlalu

Biarlah menjadi penggalan sejarah kehidupan kita. Janganlah menjadi beban, supaya tidak berbuah penyesalan. Teruslah melangkah ke depan, meskipun penuh ketidakpastian tapi di sana senantiasa memberikan harapan...


Jelas berbeda dengan kondisi orang-orang yang tercerahkan.

Yang selalu belajar dari sekolah kehidupan.


Baginya, kebahagiaan yang ia lewati adalah sebuah karunia dari Yang Maha Kuasa yang layak senantiasa disyukuri.


Sehingga harta, cinta dan suka tidak membuatnya _keblinger_, terbang dan lupa diri tenggelam dalam nikmat dunia yang fana...


Sebaliknya, musibah, bencana dan patah hati, baginya adalah sebuah pelajaran ekstra untuk mendidik karakter diri dan menumbuhkan sebuah _mindset_ hidup:


Bahwa di mana ada bahagia di sana akan ada duka. 

Di mana ada cinta di sana akan ada luka.

Di mana ada mula di sana akan ada akhir...


Kesengsaraan adalah pelajaran baginya untuk bersabar dan menyadari bahwa dunia ini tidaklah kekal abadi...


Tidak ada kebahagiaan yang abadi ataupun kesengsaraan tanpa henti, selama dia masih ada di dunia ini.


“Tak ada seorang pun kecuali pasti bahagia dan berduka. Hanya saja, jadikanlah bahagiamu menjadi syukurmu dan dukamu menjadi kesabaranmu!”


(‘Ikrimah, tafsir Al-Baghawi Q.S. Al-Hadid:23)


Sejatinya, semua itu adalah jenjang pendidikan dalam hidup manusia yang menuntunnya untuk menjadi seorang mukmin _kamil_, seorang mukmin yang sempurna. Yang memandang segala hal dan peristiwa bukan dari satu sisi saja.


عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ


“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik dan hal itu tak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar dan demikian itu lebih baik baginya.”


(HR.Muslim)


Semoga Allah Azza wa Jalla mengkaruniakan hidayahNya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah menjalani rotasi kehidupan untuk menggapai RidhaNya...

Aamiin Ya Rabb


_Wallahua'lam bishawab_

.

.

________

Seorang pria melihat seekor ular dibakar sampai mati dan memutuskan untuk mengeluarkannya dari api.  Ketika dia melakukannya, ular itu menggigitnya sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.  Pria itu menjatuhkan ular itu, dan reptil itu jatuh kembali ke dalam api.

Lalu,...pria itu melihat sekeliling dan menemukan sebuah tiang logam dan menggunakannya untuk mengeluarkan ular itu dari api, menyelamatkan nyawanya.

Seseorang yang menonton mendekati pria itu dan berkata, "Ular itu menggigitmu.  Mengapa Anda masih mencoba untuk menyelamatkannya? "

Pria itu menjawab: "Sifat ular adalah menggigit, tetapi itu tidak akan mengubah sifat saya, yang harus ramah."

Jangan mengubah sifat Anda hanya karena seseorang membahayakan Anda.  Jangan kehilangan hatimu yang baik, hnya karena kejahatannya.. tetapi belajarlah untuk mengambil tindakan pencegahan...agar tak lagi terjatuh dalam lubang yg sama..

✨💕
Jadilah bijak saat kebaikan mu dibalas dengan kelicikan
Jika dunia tak membalas kebaikanmu
Ada ALLAH yg maha baik..maka tetaplah berbuat baek

_____

Deri Nur Hasan II :

Aku jujur gak sepenuhnya setuju sih dari kisah ini. Emang ada kebaikan yang bisa ditiru. Tetapi rasanya tidak baik juga kalo begitu idealis tidak mau mengubah sikap sampai membahayakan nyawa, padahal kalo mengubah sikap pada kondisi itu juga tidak berdosa.

Dalam Islam kan ada uzur syar'i. Jangankan sekedar mengubah sikap pada kondisi itu saja, jikalau keadaannya emang darurat dan bisa mengancam nyawa saja masih diampuni untuk melakukan hal haram atau melanggar syariat demi keselamatan nyawa. Apalagi sekedar mengubah sikap dalam konteks kondisional saja.

Makanya kalo mengambil kisah ini mentah2 rasanya tidak baik juga. Kecuali kalo dalam cerita si pelaku emang sudah tau cara membuat ular jinak sehingga dia tidak sampai digigit. Tidak selamanya niat baik juga baik dilakukan kalau kondisinya tidak mendukung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini