Warga non Muslim

Warga non Muslim yang ada di negara-negara Islam sangat menikmati kebebasan dan hak-hak mereka. Contoh nyata bagaimana warga non Muslim diperlakukan terlihat dari pesan Umar bin Khattab kepada khalifah penggantinya sebelum ia meninggal.

Umar mengatakan, "Aku memerintahkan kamu bagaimana memperlakukan orang-orang yang telah diberikan perlindungan atas nama Allah dan Rasulnya (yaitu minoritas non Muslim di negara Islam yang dikenal sebagai zhimmi). Janji kita pada mereka harus dipenuhi, kita harus berjuang melindungi mereka dan mereka tidak boleh dibebani dengan sesuatu yang diluar kemampuan mereka."

Buku-buku sejarah juga sudah banyak yang mengungkap bagaimana Islam melindungi kaum Yahudi dari penganut Kristen, dan bagaimana Islam melindungi penganut Kristen Timur dari kalangan penganut Katolik Roma.

Di Spanyol di bawah kekuasaan Umayyah dan di Baghdad di bawah kalifah Abbas, warga Kristen dan Yahudi menikmati kebebasan menjalankan ibadah.

Berkaitan dengan jizyah, itu bukanlah bentuk diskriminasi yang berdasarkan perbedaan agama. Jika kata jizyah dianggap menyinggung warga non Muslim, kata itu bisa diganti dengan istilah lain seperti pada masa Umar, ia menggunakan istilah sedekah untuk pemungutan jizyah dari penganut kristen Bani Taghlib untuk menghargai perasaan mereka.

Pembayaran Jizyah adalah kewajiban finansial yang diberlakukan bagi mereka yang tidak membayar zakat. Besarnya jumlah yang dibayarkan antara Jizyah dan zakat juga hampir sama. Ini membuktikan bahwa Jizyah adalah cara yang digunakan pemerintah Islam bahwa setiap orang membayar jumlah yang sama dan adil.

Jizyah juga diberlakukan bagi laki-laki Muslim yang tidak mau ikut dalam dinas kemiliteran. Sebaliknya non Muslim yang bergabung dalam dinas kemilitera di sebuah negara Islam tidak lagi dikenai kewajiban untuk membayar jizyah.

Islam juga mengajarkan untuk menjunjung tinggi kemanusiaan dari diskriminasi dan penjajahan. Islam bukan ancaman bagi komunitas manapun. Islam menyerukan untuk hidup rukun dan damai dengan setiap orang meski agamanya berbeda.

Islam tidak membenarkan adanya kekerasan, ketidakadilan dan penjajahan. Islam justru menganjurkan ditegakannya keadilan, moralitas, toleransi dan perdamaian. Tidak benar kalau Islam dikatakan sebagai agama bagi para psikopat dan tidak lebih sebagai mesin penjajah, seperti yang ditulis Moore dalam artikelnya.

1 komentar:

  1. ketika sejarah dilupakan orang-orang.. mereka hanya ingat mencari kejelekan dari yang mereka tidak tahu kisah sebenarnya..

    BalasHapus











.





.

.














Tampil di blog ini