Tampilkan postingan dengan label Kenyamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenyamanan. Tampilkan semua postingan

Strategi Perencanaan Thermal

Ventilasi

Lubang yang dibuat pada dinding ruang dapat digunakan untuk ventilasi. Fungsi ventilasi antara lain:
Menjaga kualitas udara di dalam ruangan
Menghasilkan kenyamanan penghuninya
Mempermudah/memperbesar gerakan udara dalam ruangan.
Untuk memperlancar penyaluran kalor dari dalam ruangan ke luar bangunan.
Ventilasi pada hakekatnya dapat dibedakan:
Ventilasi alami
tergantung dari faktor alam: kecepatan angin, tekanan kecepatan karena gerakan udara atau aliran angin bergerak
penempatannya dapat diatur di bagian bawah dekat lantai atau di bagian atas dekat atau pada langit-langit.

Pengaruh Kenyamanan terhadap Prestasi Kerja

Pengaruh suhu udara yang terlalu tinggi.
Bila suhu lingkungan jauh lebih tinggi di atas suhu tubuh, maka tubuh akan berkeringat, jika terus menerus akan menyebabkan rasa haus.
Menurunkan kapasitas dan daya guna kerja serta perubahan denyut nadi (normal: 110/detik).

Pengaruh suhu terlalu rendah
timbulnya rasa dingin (spontanitas)

cara mengatasi:
proses metabolisme dari makanan
meningkatkan volume aliran darah untuk memperbanyak pembentukan kalor
kontraksi pada otot-otot akibat gerakan-gerakan menggigil

Suhu yang terlalu rendah dapat mempengaruhi tubuh dengan menyebabkan sensasi dingin yang tidak diinginkan secara spontan. Salah satu cara alami tubuh untuk mengatasi suhu rendah adalah melalui proses metabolisme dari makanan yang kita konsumsi. Ketika tubuh memetabolisme makanan, itu menghasilkan energi yang sebagian diubah menjadi panas untuk membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Lingkungan Thermis

Faktor penting yang berpengaruh dalam perancangan lingkungan panas untuk bangunan ialah:

1. Batasan minimum dan maksimum dan kenyamanan thermis (thermal comfort) pemakai bangunan. Misalnya thermal comfort untuk orang Indonesia ialah antara 25,4 - 28,9 derajat Celcius.
2. Gambaran tentang iklim setempat, yaitu suhu udara, kecepatan angin, kelembaban relatif dan solar radiasi.
3. Prosedur perancangan serta kelakuan fisik dari material bangunan dan sistem konstruksi bangunan.

Faktor penting yang menentukan respon panas dari bangunan ialah:

Teori Kenyamanan Thermal

Teori kenyamanan:
OT : Operational Temperature, yaitu temperatur di luar bangunan, campuran antara panas sinar matahari dan suhu udara
ET : Effective Temperature, yaitu temperatur di dalam bangunan.
ET tidak dipengaruhi oleh sinar matahari, tapi oleh jumlah uap air yang terkandung di udara. ET akan efektif jika kelembaban terkontrol serendah mungkin sehingga suhu tubuh bisa turun karena penguapan lancar.
CET, merupakan koreksi terhadap ET, karena ET lebih banyak melibatkan faktor iklim, untuk bangunan bertingkat.
Pada basement ET = OT = CET

Wiremesh murah hubungi Afandi - 081233336118. - Ada juga besi beton murah.

Jasa Pembuatan Pagar, Kanopi (+Renovasi)
WA ke 081233336118