membeli sesuatu yang SEBENARNYA tidak dia butuhkan

*MENGETAHUI CARA MENGGUNAKAN UANG*

Di pendidikan formal, kita hanya dilatih untuk mencari  uang.
Semakin banyak uang  yang  nantinya bisa diperoleh, semakin tinggi biaya sekolahnya.
Saat ini mungkin bidang kedokteran  yang  paling menarik untuk bisa
secara cepat mendapatkan uang.

Seorang dokter punya mobil dan rumah
yang  bagus itu sudah dianggap wajar. Justru kalau tidak punya apa apa itu akan dipertanyakan :
"Jangan jangan tidak laku ?".

Karena dianggap paling memberi harapan bisa mendapat uang besar itulah, biaya pendidikan dokter seperti burung liar. Terbang tinggi dan sulit ditangkap orang biasa. Biaya masuknya bisa ratusan juta dan SPP nya puluhan juta.  Padahal setelah lulus, berbeda dengan dokter jaman saya dulu, dokter sekarang lebih sulit lagi mencapai kategori “hidup layak”.
Kecuali mereka yang bermodal kuat dan meneruskan ke spesialis.

Tetapi dari  pelajaran tentang cashflow tadi, berapa banyak kita mendapatkan uang ternyata tidak terlalu penting.
Jauh lebih penting dari  mana dan kemana aliran uang itu?, atau cashflow  nya. Yang sama pentingnya adalah bagaimana cara kita mempergunakan uang itu ?.

Bagian besar orang menggunakan uangnya dengan cara yang salah. Yaitu untuk kesenangan dan kenyamanan hari ini, tanpa peduli hari esok.
Manusia memang makhluk yang kompleks. Mereka paling suka membeli sesuatu yang SEBENARNYA tidak dia butuhkan.
Barang itu dibeli untuk ditunjukkan orang lain yang SEBENARNYA tidak peduli.
Celakanya, barang itu dibeli dengan uang yang SEBENARNYA  BELUM mereka peroleh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini