Benamkan Diri Kedalam Cita-cita

*☀️☀️ FAEDAH PAGI INI ☀️☀️*

🕋 🌾 ✅CONTOHLAH MEREKA 


🌾🍶Mengais Rizki Halal Adalah Kehormatan.

Mau tahu apa saja pekerjaan para Nabi dan salaf kita terdahulu⁉️

🕌Simak saja riwayat-riwayat berikut ini:
         ____________

🔊Dari Al-Miqdam Radhiallahu ‘anhu, bahwa 🕋Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

🌿Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)👍.

📚HR. Al-Bukhari no 2072
________________

🕌🔊Berkata Ibnu Abbas Rodhiyallahu 'anhu :

✅Dahulu kala Nabi Adam alaihi Sallam adalah seorang pembajak tanah,
✅ Nabi Nuh seorang tukang kayu, 
✅Nabi Idris seorang penjahit, 
✅Nabi Ibrohim dan Nabi luth seorang petani, 
✅Nabi Sholih seorang pedagang, 
✅Nabi Dawud seorang pandai besi, 
✅Nabi Musa, Nabi Su'aib, Nabi Muhammad bin Abdillah Sholawatullah Ta'ala Alaihim adalah seorang pengembala.

*📚Mukhtashor Minhajul Qoshidin hal 75*
_______________

❓🔊Ada orang yang bertanya pada Abdullah Ibnul Mubarok :

📦Engkau mengekspor barang-barang dagangan dari negeri Khurasan ke Tanah Haram (Mekkah)🕋, bagaimana ini⁉️

🔊💺Maka Abdullah Ibnul Mubarak menjawab: 

“🛡Sesungguhnya aku melakukan  itu hanya untuk menjaga wajahku (dari kehinaan meminta-minta), 

👑memuliakan kehormatanku (agar tidak menjadi beban bagi orang lain), 

🕌dan menggunakannya untuk membantuku dalam ketaatan kepada Allah”. 

📜🖌Lalu Fudhail bin ‘Iyadh berkata: 

“👍Wahai Abdullah Ibnul Mubarak, alangkah mulianya tujuanmu itu jika semuanya benar-benar terbukti."

*📚Tahdzibul Kamal” (16/20) dan “Siyaru A’laamin Nubala’” (8/387).*

✍ 📝Abu Sufyan Al Musy
___________
.
.
”Kalau cita cita/himmah telah mendarah daging dalam diri, jangankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawapun kita relakan dengan tersenyum ikhlash demi mewujudkan cita cita"
*Calmbridge Tulungagung, 18 Juli 2019
=======================

MENGAPA KAUM KOMUNIS TAK GENTAR MENGHADAPI MAUT ?

Oleh: Buya HAMKA

Mengapa dengan gagahnya Sudisman dan Njoto (tokoh PKI, -pen) berdiri tegak mendengarkan MahMilLuB membacakan vonis hukuman mati bagi dirinya... Bahkan Njoto sempat melantunkan syair Tagore, "Daun-daun kering berguguran untuk menumbuhkan daun-daun muda yang segar", lalu dengan gagah berani dan mata tak berkedip dia menunggu keputusan hukuman mati... Di bibirnya tersungging senyum sinis...

Mengapa demikian berani orang-orang itu menghadapi maut? Padahal pokok kepercayaan mereka adalah tidak mempercayai sama sekali adanya Tuhan dan hari kiamat...
JAWABNYA adalah... karena mereka mendalami pengertian terhadap cita-cita IDEOLOGI... Mereka tidak mempercayai hal ghaib, padahal ideologi itu sendiri adalah ghaib ...
Mengapa DIANTARA UMAT ISLAM di negeri kita ini masih jarang terlihat yang demikian?
Kalau kita katakan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, mengapa jarang kita temukan pemimpin yang konsekuen dengan pendiriannya?

Malahan ada yang tidak malu-malu BERKAWAN dengan komunis untuk menghantam sesama Islam... Mengapa banyak yang mengingkari janji dan "bai'at"nya dengan kawan seagama, hanya semata-mata untuk kemenangan politik sementara?
SEBABNYA adalah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita-cita, sebagaimana orang-orang komunis itu...

Islam telah kita terima sebagai agama, dan kita marah jika dikatakan tidak Islam... Tetapi Islam itu seniri belum kita resapkan dalam jiwa... Kita belum merasakan lezatnya iman dan nikmatnya ideologi... Kita masih DIPERBUDAK oleh hawa nafsu dan materi...

Yang PERTAMA dan UTAMA dalam menegakkan suatu ideologi bukanlah mesti bergelar "alim", bukan ahli fiqih dan bukan pula titel kesarjanaan. Semua itu hanya kulit luar... Tetapi yang pertama dan utama adalah "quwwatil khulqi" (KEKUATAN KARAKTER), yaitu kuatnya mental serta moral...

Dimana LETAK KESALAHAN kita?
Sebabnya ialah, selama ini kita hanya BERTENGKAR SOAL FURU', soal hukum bersentuhan kulit lelaki dengan perempuan, soal melafalkan niat, dst... Namun intisari agama itu sendiri tidak pernah dirasakan...
Selalu kita menyebut-nyebut pendapat-pendapat Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafii dan Imam Hambali, tetapi kurang sekali kita melihat kepada suka-duka pribadi mereka dalam menegakkan kebenaran...
Orang yg dapat menghapal qala ta'ala, qala Rasulullah, menurut Imam Syafi'i demikian, menurut Imam Hanafi begitu, belum tentu dapat mempertahankan agama kalau tidak memiliki kekuatan karakter... Orang yang demikian mudah saja disuruh membuat fatwa guna "menghalalkan" perbuatan yang haram dari seorang diktator...

Kepada yang diatas (penguasa), orang-orang seperti itu selalu kalah dan mengalah, tetapi kepada kawan sendiri mereka sanggup menang berpolitik...
Adakah kita yang bersorak sorai mengaku membela mazhab yang empat berani meniru, meneladani keempat imam ini dalam hal KETEGUHAN PENDIRIAN?...

Tidak ada atau JARANG SEKALI... SEBAB dalam hal agama, selama ini kita bertengkar tentang "kulit", tetapi enggan "menelan isi"...

Oleh sebab itu maka jika seorang diktator berkuasa, orang yang seperti inilah yang disenangi...
Kamu ANGKATAN MUDA, jauhilah hal-hal seperti itu. Inilah yang merugikan kita bertahun-tahun lamanya, sehingga cita-cita Islam tidak bisa tegak, karena kita kekurangan manusia yang berkarakter...

Maka kalau orang komunis seperti Sudisman berdiri tegak dengan wajah tenang menghadapi hukuman mati... Kalau Njoto masih sempat bersyair ketika mendengarkan vonis kematiannya... Padahal mereka hendak menghancurkan agamamu... MENGAPA kamu yang mempertahankan Tuhan dan menjaga agama merasa ragu menghadapi segala kemungkinan dalam keyakinan?
Ya, betapa dahsyatnya cita cita ideologi. Orang-orang komunis bercita-cita mendirikan negara komunis, orang-orang sekuler wajar mendirikan negara SEKULER, tapi lucu Kalo umat Islam tidak bercita cita menegakkan syariat ? Dimana cita-cita agamamu/ideologimu?!

Disarikan dari tulisan *Buya HAMKA* dalam rubrik Dari Hati Ke Hati, Judul; *"Benamkan Diri Kedalam Cita-cita"* -dengan proses penyuntingan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini