Puisi: Liwaa dan Royaa di Jantung Ibu Kota

Liwaa dan Royaa di Jantung Ibu Kota NKRI
Uus Rusad

Dulu kau berkibar terhitung jari
Hari ini kau berkibar selimuti negeri
Karena kau bukan milik HTI
Kau milik kaum muslim yang ada di muka bumi

Kurang dari seminggu lagi
Kau akan berkibar kembali
Di jantung NKRI
Untuk gentarkan rezim penjaga demokrasi
Yang sudah kehilangan nyali
Membabi-buta tak terkendali
Menjegal 212 sebagai aksi
Bela tauhid untuk menyatukan penduduk negeri
Agar tak lagi diadu domba oleh pengikut syaetoni
Yaitu mereka yang selalu benci
Umat Islam bersatu dalam naungan al-Quran dan Sunnah Nabi
Mereka yang selalu mengkriminalisasi
Ulama, aktifis, dan para pejuang Islam yang berbasis ideologi
Mereka yang selalu mempersekusi
Para pengemban dakwah yang rajin menasehati
Penguasa yang selalu rajin zalimi
Rakyat sendiri
Dengan kebijakan-kebijakan yang membuat rakyat menderita di raga dan hati

Kini umat mulai banyak yang tahu dan menyadari
Bahwa liwaa dan royaa adalah pemersatu raga dan hati
Setiap muslim yang beriman pada Allah dan hari akhirat yang abadi
Setiap muslim yang mendambakan Islam jaya kembali
Setiap muslim yang hanya meyakini
Bahwa Islam sejati
Akan dijalani dalam seluruh lini
Termasuk mengatur urusan Negara tanpa kecuali
Ketika janji Allah yang pasti
Tegaknya khilafah bermanhaj Nabi
Bukan komunis, apalagi demokrasi

Wahai yang mengaku umat Muhammad Saw sebagai penutup para Nabi!
Mari kita kibarkan liwaa dan royaa sepenuh iman di hati
Sekuat amal di jasmani
Sepenuh kesadaran di akal yang sudah tunduk pada wahyu Ilahi
Agar orang-orang munafik yang selalu hidup di dua kaki
Yang satunya selalu langkahkan kaki menuju istana untuk mendapatkan kursi atau sekadar sesuap nasi
Kaki yang lain seolah-olah di posisi
Umat Islam yang dizalimi penguasa yang selama ini mereka jilati
Dengan dikibarkannya liwaa dan royaa tak henti-henti
Mudah-mudahan orang-orang munafik sadar diri
Kembali bersama umat Islam yang cinta Islam kaffah mengatur kehidupan dalam seluruh lini
Kalaupun mereka tetap dukung rezim yang anti syariat dan anti khilafah penuh benci
Mudah-mudahan Allah hancurkan segala yang mereka miliki
Termasuk orang-orang kafir yang nampak selalu memerangi
Kaum muslimin yang ada di muka bumi

Ya Allah, dengan berkibarnya bendera tauhid di jantung pertiwi nanti,
Maka luluh-lantahkanlah seluruh kekuatan rezim dan sistem demokrasi
Hingga tak satu pun yang berani lagi
Hentikan aksi
Dengan segala cara yang keji
Yang hari ini mereka sedang beraksi
Tak henti-henti
Baik yang nampak atau yang tersembunyi
Untuk gagalkan aksi
212 sebagai perlawanan atas pembakaran royaa oleh orang-orang dungu tingkat tinggi
Aksi 212 sebagai momentum menyatukan seluruh penduduk negeri
Aksi 212 sebagai tanda kebangkitan umat Islam yang sejati
Aksi 212 sebagai wujud bersatunya cinta kaum muslimin pada liwaa dan royaa yang berkibar tak henti-henti
Aksi 212 adalah aksi
Sebagai salah satu indikasi
Akan terwujudnya perubahan hakiki
Islam jaya kembali
Dalam naungan ridho Ilahi
Bukan ridho Pak Jokowi
Bukan pula ridho Pak Prabowo dan Sandi

https://t.me/SastraPembebasan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar











.





.

.














Tampil di blog ini