Penanganan limbah

Kegiatan yang dilakukan makhluk hidup banyak menghasilkan limbah. Produksi limbah yang berlebihan dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Berdasarkan komponen penyusunnya, limbah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik ialah limbah yang dapat diuraikan oleh organisme detrivor karena berasal dari bahan-bahan organik.
Contoh limbah organik ialah limbah yang berasal dari tumbuhan dan hewan, misalnya kulit pisang, atau kotoran ayam.
Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh organisme detrivor atau diuraikan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Bahan yang diuraikan berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi, seperti mineral, minyak bumi dan berasal dari proses industri, seperti botol, plastik, dan kaleng. Limbah organik dapat dimanfaatkan baik secara langsung (contohnya untuk makanan ternak) maupun secara tidak langsung melalui proses daur ulang (contohnya pengomposan dan biogas).
Limbah anorganik yang dapat di daur ulang, antara lain adalah plastik, logam, dan kaca. Namun, limbah yang dapat didaur ulang tersebut harus diolah terlebih dahulu dengan cara sanitary landfill, pembakaran (incineration), atau penghancuran (pulverisation).
lebih lengkap di: ... PENCEMARAN LINGKUNGAN

Mendukung Stop Dreaming Start Action



Terima kasih: pagar.omasae.com


3 komentar:

  1. postingan yang bermanfaat,semoga bermanfaat juga untuk masyarakat luas.
    bila ada waktu kunjungi juga blog saya di http://imaniar.blog.stisitelkom.ac.id/
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. mantapp infonya gan.. buat ngerjain tugas hehehe

    BalasHapus
  3. niec info yang menarik gan.,
    kunjungan balik blog saya juga gan ?

    BalasHapus











.





.

.














Tampil di blog ini