Malam di Apartemen, Jung dan Kim mulai belajar memasak bersama.
“Kim… kau sudah membeli bubuk cabai?”
“Sudah.. lihat saja di kantong yang satunya…”
“oh iya Kim…”
“Ya?…”
“Kau tahu,,, siapa yang kutemui tadi siang?”
“Aku tau… Seoyun kan?”
“Ha? Bagaimana kau…”
“Aku ada di belakangmu… kau saja yang tidak melihatku…”
“kau mendengar pembicaraan kami kalau begitu caranya?”
“hmm tentu saja…”
“Yah… sepertinya aku tak bisa lari darimu ya Kim”
“hehehe… bukan kau yang tak bisa lari dariku, tapi aku… Jung.. terima kasih”
“Untuk apa?”
“Kau sudah menjelaskan ke Seoyun kalau aku adalah keajaiban cinta yang tak kau sadari… Bwahahaha”
“Kim!!!… jangan membuatku malu….”
“Assshh… lihat wajahmu memerah seperti itu… aku memang keajaiban cinta kan?”
“Belum bisa dikatakan keajaiban yang sempurna”
“Maksudnya?”
“Iya… kalau… kita menikah… itulah yang dinamakan keajaiban cinta, mengerti Kim?”
“ah.. terserah kau saja… hehehe”
“Kim.. tolong ayam ini kau potong jadi dua belahan”
“Baik Nyonya Jung!”
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
ARSITEKTUR
Agama
Air
Akuntansi
Artikel
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Bank Soal
Biologi
Budaya
Cerita
Cerpen
Fiksi
Fisika
Gizi
Internet
Kesehatan
Kesenian
Kimia
Komputer
Latihan Soal
Marketing
Matematika
Naskah Drama
Patiseri
Pengetahuan
Puisi
Resep Masakan
Sejarah
Sekretaris
Seks
Struktur
Teknologi
Tips
USAHA
bisnis
iklan
manajemen

.jpg)
Share ke Pinterest . 




