Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 8
"Awal dari Segalanya"
Pagi itu, Amnan, Faiz, dan Tono berkumpul di taman kecil dekat sekolah. Udara dingin masih terasa, embun menghiasi dedaunan, dan suara burung terdengar samar di kejauhan. Mereka bertiga tidak banyak bicara, tetapi pandangan mereka penuh makna.
“Aku nggak tahu kenapa, tapi rasanya berbeda sekarang,” ujar Faiz sambil menggoyangkan kakinya yang menggantung di bangku taman.
“Ya,” jawab Amnan pelan. “Setelah semua yang kita lewati, aku merasa seperti... ada sesuatu yang berubah.”
Tono mendengus, meskipun senyumnya tidak bisa disembunyikan. “Kalian serius banget. Aku cuma mau bilang satu hal: kita keren banget, ya nggak?”
Ketiganya tertawa lepas. Tapi tawa itu terhenti ketika suara langkah kaki mendekat.
“Selamat pagi, anak-anak,” sapa Profesor Arkan dengan nada ramah. Dia mengenakan jas panjang berwarna gelap, tetapi pagi itu dia terlihat lebih santai dari biasanya.
“Profesor?” tanya Amnan, agak terkejut. “Bukannya kita sudah selesai dengan semua pelajaran?”
“Benar, pelajaran di ruang lab sudah selesai. Tapi pelajaran di dunia nyata baru saja dimulai,” jawab Profesor Arkan.
Misi Baru


Share ke Pinterest . 
.jpg)





