Tampilkan postingan dengan label Cerber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerber. Tampilkan semua postingan

Kelas Tiga Puluh, Part 8 "Awal dari Segalanya"


 

Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 8

"Awal dari Segalanya"

Pagi itu, Amnan, Faiz, dan Tono berkumpul di taman kecil dekat sekolah. Udara dingin masih terasa, embun menghiasi dedaunan, dan suara burung terdengar samar di kejauhan. Mereka bertiga tidak banyak bicara, tetapi pandangan mereka penuh makna.

“Aku nggak tahu kenapa, tapi rasanya berbeda sekarang,” ujar Faiz sambil menggoyangkan kakinya yang menggantung di bangku taman.

“Ya,” jawab Amnan pelan. “Setelah semua yang kita lewati, aku merasa seperti... ada sesuatu yang berubah.”

Tono mendengus, meskipun senyumnya tidak bisa disembunyikan. “Kalian serius banget. Aku cuma mau bilang satu hal: kita keren banget, ya nggak?”

Ketiganya tertawa lepas. Tapi tawa itu terhenti ketika suara langkah kaki mendekat.

“Selamat pagi, anak-anak,” sapa Profesor Arkan dengan nada ramah. Dia mengenakan jas panjang berwarna gelap, tetapi pagi itu dia terlihat lebih santai dari biasanya.

“Profesor?” tanya Amnan, agak terkejut. “Bukannya kita sudah selesai dengan semua pelajaran?”

“Benar, pelajaran di ruang lab sudah selesai. Tapi pelajaran di dunia nyata baru saja dimulai,” jawab Profesor Arkan.


Misi Baru

Kelas Tiga Puluh, Part 7 "Persimpangan Takdir"


 

Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 7

"Persimpangan Takdir"

Malam itu, ruang lab terasa lebih sunyi dari biasanya, seolah menyiapkan mereka untuk sesuatu yang besar. Di tengah ruangan, Profesor Arkan berdiri di depan papan hitam tua, di mana biasanya dia menulis diagram atau formula. Namun kali ini, papan itu kosong.

“Kalian telah melewati banyak pelajaran,” kata Profesor Arkan dengan nada rendah namun penuh wibawa. “Malam ini adalah ujian terakhir. Di sini, kalian akan menentukan jalan yang akan kalian tempuh.”

Tono, yang biasanya suka melontarkan komentar jenaka, hanya menelan ludah. “Ujian terakhir? Tapi kita bahkan belum tahu apa soal ujiannya.”

Profesor Arkan tersenyum tipis. “Soal itu tidak akan aku berikan. Ujian ini adalah perjalanan, dan jawaban dari ujian ini terletak di akhir perjalanan kalian.”


Persimpangan yang Aneh

Tanpa peringatan, cahaya dari bola kristal besar di meja mendadak menyala terang, menyelimuti seluruh ruangan. Amnan, Faiz, dan Tono memejamkan mata, merasakan tarikan kuat yang membawa mereka ke tempat lain.

Kelas Tiga Puluh, Part 6 "Rahasia di Balik Bola Kristal"

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 6 "Rahasia di Balik Bola Kristal" Malam itu, ruangan terasa lebih misterius dari ...

Kelas Tiga Puluh, Part 5 "Bayangan dari Masa Lalu"

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 5 "Bayangan dari Masa Lalu" Keesokan malamnya, suasana ruang lab terasa berbeda. ...

Kelas Tiga Puluh, Part 4 "Mengendalikan Ketakutan"

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 4 "Mengendalikan Ketakutan" Setelah bola kristal memancarkan cahayanya, ruangan t...

Kelas Tiga Puluh, Part 3

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 3 Amnan berdiri di tengah kegelapan yang pekat. Udara di sekitarnya terasa dingin dan berat...

Kelas Tiga Puluh, Part 2

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 2 Pintu ruang lab tua itu terbuka dengan suara derit yang panjang, seolah sudah bertahun-ta...

Kelas Tiga Puluh Tiga part 1

  Amnan dan Kelas Rahasia Ilmu Pengetahuan: Part 1 Malam itu, hujan turun dengan derasnya, menghujam atap sekolah seperti ribuan jarum kecil...

Keluarga besar Nina - Cerita

Keluarga besar Nina  Ada seorang anak yang bernama Nina dia senang sekali dengan keluarga besarnya. Dia sangat bahagia karena mempunyai ma...

The adventure of Faza - Cerita

The adventure of Faza Pada suatu hari ada pemuda bernama Faza dia adalah pemuda yang sangat berani dan sangat baik hati juga sangat suka m...

Black Love (Jung and Kim) VIII

Malam di Apartemen, Jung dan Kim mulai belajar memasak bersama.
“Kim… kau sudah membeli bubuk cabai?”
“Sudah.. lihat saja di kantong yang satunya…”
“oh iya Kim…”
“Ya?…”
“Kau tahu,,, siapa yang kutemui tadi siang?”
“Aku tau… Seoyun kan?”
“Ha? Bagaimana kau…”
“Aku ada di belakangmu… kau saja yang tidak melihatku…”
“kau mendengar pembicaraan kami kalau begitu caranya?”
“hmm tentu saja…”
“Yah… sepertinya aku tak bisa lari darimu ya Kim”
“hehehe… bukan kau yang tak bisa lari dariku, tapi aku… Jung.. terima kasih”
“Untuk apa?”
“Kau sudah menjelaskan ke Seoyun kalau aku adalah keajaiban cinta yang tak kau sadari… Bwahahaha”
“Kim!!!… jangan membuatku malu….”
“Assshh… lihat wajahmu memerah seperti itu… aku memang keajaiban cinta kan?”
“Belum bisa dikatakan keajaiban yang sempurna”
“Maksudnya?”
“Iya… kalau… kita menikah… itulah yang dinamakan keajaiban cinta, mengerti Kim?”
“ah.. terserah kau saja… hehehe”
“Kim.. tolong ayam ini kau potong jadi dua belahan”
“Baik Nyonya Jung!”

Wiremesh murah hubungi Afandi - 081233336118. - Ada juga besi beton murah.

Jasa Pembuatan Pagar, Kanopi (+Renovasi)
WA ke 081233336118